DNVB – Cara Menjual Baju Online Untuk Vertical Brand Dari Andy Dunn – Bonobos

Apa itu brand v-commerce atau “digitally native vertical brand” (DNVB)?

menjual fashion online

Andy Dunn, founder Bononos – yang baru-baru ini dikabarkan akan diakuisisi oleh Walmart senilai $300 billion,  telah menghabiskan 10 tahun terakhir untuk mencari jawabannya. Ia tidak mengetahui semuanya tentang itu, tetapi inilah hal-hal yang ia ketahui, disadur dari blogpostnya.

  1. Cara utamanya untuk berinteraksi, transaksi dan memberikan cerita kepada konsumer melalui website. Brand v-commerce atau DNVB lahir di internet dan mentarget milenial dan orang-orang digital native. Ia tidak perlu beradaptasi dengan masa depan, ia adalah masa depan itu sendiri. Ia tidak perlu mencari customer muda, karena dari awalnya dimulai dari customer muda. Ketika Andy Dunn melaunching Bonobos di 2007, seseorang menanyakan kepada saya apakah saya pernah melakukan ini sebelumnya ? saya jawab, tidak ada seorangpun yang pernah melakukan ini. Orang mengira saya idiot. Mereka benar, tetapi tidak tentang ini.
  2. DNVB adalah sebuah brand, brand yang vertikal. Nama brand ini ada di produk fisik dan di website. (Juga ada di toko, tetapi kita akan bahas nanti saja). v-commerce brand membutuhkan komersialiasi dari ecommerce channel, tetapi channel ini adalah lapisan enablement – bukan core asset. VC kadangkala berpikir ini harus diberikan valuasi seperti perusahaan teknologi. Beberapa bagian dari valuasinya masih merefleksikan anggapan salah ini. Ada yang bilang DNVB adalah retailer, bukan tech company. Mereka tidak bisa spending 10% di teknologi dan 30% di marketing selamanya. Tetapi pada awalnya, mereka harus melakukannya, dan DNVB  akan sulit untuk fundraising dari investor. Sulit untuk “menelan” dilusinya, dan banyak dari entrepreneur bagus yang tidak menemukan uangnya di mana. Unfair access ke permodalan menjadi faktor pembatas DNVB untuk terbang. Terdengar tidak fair, tetapi memang, dunia itu tidak adil. Semoga saja banyak investor yang terlibat di field ini. Kirsten Green menyadarinya sebelum orang lain. Orang mengira ia bodoh. Sekarang ia ada di mana-mana. Saya suka dunia yang ini.
  3. Karakter sulit mendapatkan profit di bidang ini menyesatkan kebanyakan traditional retailer untuk tidak menanggapi kami. Kemudian Unilever membeli Dollar Shave Club seharga $1 billion, dan smart people mulai menyadarinya. Orang yang tidak memperhatikannya adalah orang naif. “Kita bisa melakukannya sendiri” kata mereka. Tunjukkan pada saya DNVB yang diinkubasi dan berjalan dengan baik ? Masih menunggu jawabannya. Seseorang akan sukses membangunnya di dalam perusahaan suatu hari nanti, tapi akan menjadi pengecualian (1 di antara banyak sekali), bukan menjadi rule (sesuatu yang normal). Aturannya adalah entrepreneur perlu merasa takut dengan “corporate death” untuk melakukan magicnya. Saat ini terlalu sulit untuk melakukannya dari dalam. Suatu hari pasti terjadi, seperti Mickey Drexler membangun Old Navy dari dalam GAP. Ia menciptakan retail vertical di era bricks and mortar.
  4. Ini bukan e-commerce, ini v-commerce. Gross margin dari produk ini setidaknya 2 kali lipat ecommerce ( 65% versus 30%). Contribution margin bisa 4x lebih tinggi ( 40% versus 10%). cara menjual produk onlineHal ini secara radikal mentransform hitungan ekonomi dari v-commerce dibandingkan e-commerce. V-commerce akan profitable. E-commerce sulit sekali. Saya punya bukti. Bonobos sekarang breakeven. Orang lain mengklaim kami merugi banyak. Mereka salah. Tetapi perlu waktu 10 tahun. Saya tidak bangga dengan itu. Ternyata membutuhkan 10 tahun untuk membangun brand. Mungkin saja saya yang lambat.  Pioneers mendapatkan panahnya, follower (atau pendatang) mendapatkan emasnya. Mari jangan lakukan itu lagi.
  5. Digitally-native vertical brand secara manic fokus pada customer experience. Tidak ada yang melakukannya di kebanyak kategori. Karena DNVB adalah gabungan dari  2 bisnis yang secara normal berdiri sendiri. Ketika saya memulai Bonobos, pitch deck pertama saya mengatakan ini adalah Ralph Lauren x Zappos. Saya benci ketika entrepreneur melakukan cocok-cocokan ini, tetapi saya sendiri dulu melakukannya. Orang perlu short cut untuk memahami sesuatu.
  6. DNVB lebih intim dengan customer daripada kompetitornya. Data yang Anda miliki akan lebih baik karena setiap transaksi dan interasi bisa dicapture. Anda tidak harus mengkombinasikan data antara department, karena bisa dibilang semuanya satu bisnis. Menjadi satu CRM. Satu toko, di mana orang tahu nama Anda.
  7. Banyak pengusaha DNVB salah tentang ini : Dunia tidak peduli dengan DNVB Anda jika Anda tidak mendeliver produk yang lebih baik daripada kompetitor tradisional. Dunia tidak butuh DNVB Anda.
  8. (e.g. Bonobos punya kelebihan fashion yang fit secara personal, Warby Parker di harga, Dollar Shave Club di subscription), web/mobile experience, dan  customer service yang secara kolektif menjadi sebuah brand di imaginasi customer. Data yang lebih mendalam tentang customer memungkinkan v-commerce brand untuk tetap dekat dengan customer daripada retailer offline, dan ownership brand end-to-end membangun affinity dari v-commerce brand daripada experience ecommerce terbaik sekalipun.
  9. Walaupun lahir secara digital, DNVB tidak boleh hanya berakhir di digital saja, artinya brand bisa memperluas ke offline melalui toko fisik atau partnership yang selektif. Dalam hampir semua kasus partnership, pilihannya antara brand yang memegang kontrol atau dikontrol olehnya. Offline retail bukan tentang pergudangan, tetapi tentang marketing brand dan mendeliver one to one customer service. Bisa pop up, bisa lokasi permanen atau diinstal di retailer lain yang sudah ada.
  10. Anda tahu siapa yang mengetahui ini terlebih dulu ? Steve Jobs. Tentu bukan saya. Apple store adalah salah satu experiential retail store yang bisa saya pikirkan.

Baca Juga Informasi Lainnya Tentang Ecommerce :

38 Statistik Ecommerce Internasional Yang Perlu Anda Tahu Dalam Membangun Toko Online

 

Cara Meningkatkan Omzet Toko Online : Optimasi Semua Tahap Dalam Funnel Ecommerce Anda

 

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

1 thought on “DNVB – Cara Menjual Baju Online Untuk Vertical Brand Dari Andy Dunn – Bonobos”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *