Tentukan Fokus Target Customer Anda dengan Memperhitungkan Customer Acquisition Cost dan Customer Lifetime Value

Sebagai jantung dari struktur atau model revenue sebuah organisasi, ada sebuah hubungan yang erat antara biaya memperoleh customer baru (Customer Acquisition Cost) dan nilai yang diberikan oleh customer untuk organisasi yang dapat dilihat melalui total revenue organisasi tersebut.

Maka, penting bagi Anda untuk mempelajari cara menghitung Lifetime Value (LTV) dan Customer Acquisition Cost (CPC). Berikut cara perhitungannya:

Anggap rata-rata satu target customer Anda secara personal berbelanja di toko online Anda sebanyak tiga kali dalam setahun dengan menghabiskan 100 ribu rupiah setiap transaksinya. Dan anggap rata-rata customer terus berbelanja di toko yang sama adalah selama dua tahun. Jadi, kalkulasinya seperti ini:

Sekarang kita lihat perhitungan biaya memperoleh customer baru atau Customer Acquisition Cost (CAC).

Persepsinya adalah:

Jadi, apa yang kita dapatkan di sini? Revenue hacker atau growth hacker harus berpikir seperti ini. Anggap Anda mendapatkan dua grup persona yang potensial menjadi customer Anda dan Anda tidak tahu harus fokus kepada yang mana. Grup pertama adalah startup – dalam hal ini adalah anak anak muda yang baru memulai bisnis dan belum mendapatkan pendanaan, produk belum ada traction. Anda merencanakan untuk menarik startup-startup lain dengan merekrut grup ini. Grup kedua adalah pengacara. Anda berpikir bahwa pengacara sulit untuk dijangkau dan Anda harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk iklan agar bisa menjangkau mereka.

Mari kita bandingkan antara keduanya.

Kesimpulan

Ternyata akan lebih menguntungkan bagi Anda dalam hal revenue bila Anda lebih fokus kepada grup customer pengacara daripada grup startup. Seorang marketer yang baik akan membuat segmentasi antara target persona bukan berdasarkan Lifetime Value atau Customer Acquisition Cost saja, tetapi juga melihatnya dari sisi relationship, prioritas organisasi, dan membandingkan hasil revenue yang didapat dari grup-grup yang potensial dijadikan customer.

Selanjutnya, tabel ini bisa Anda gunakan sebagai contoh dan latihan menghitung Lifetime Value.

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *