Taktik Marketing Untuk Toko Online dan Bagaimana Cara Memanfaatkannya Agar Tidak Mengganggu Customer

Sebagai pedagang online, anda mempunyai taktik marketing yang banyak dan tool yang bisa digunakan untuk meyakinkan shopper agar mau membeli produk anda. Berikut ini adalah taktik marketing yang bisa anda gunakan.

  • Personalisasi. Ini adalah taktik berdasarkan perilaku dari shopper, profil mereka, history dari belanja mereka sebelumnya, atau variabel lainnya.
  • Penawaran pop up. Cross-sells (menawarkan produk tambahan dari kategori lain dari produk yang dibeli customer) atau upsells (menawarkan produk rekomendasi atau upgrade ke customer) berdasarkan barang yang sudah masuk ke shopping cart.
  • Members only. Banyak situs yang memerlukan pendaftaran email sebelum berbelanja untuk menawarkan produk yang eksklusif dan membangun subscription base.
  • Pop up chat. Tawarkan layanan online chat berdasarkan perilaku berbelanja customer.
  • Remarketing via email. Mengirim email untuk menawarkan produk baru atau kembali mengingatkan tentang shopping cart yang ditinggalkan atau produk yang belum jadi dibeli.
  • Remarketing via online advertising. Menargetkan iklan bergambar di website lain setelah visitor mengunjungi website yang beriklan tersebut.
  • Promosi email. Tawarkan untuk menjadi subscriber email.
  • Sms ads. Promosi lewat sms.
  • Promosi checkout. Anda bisa menawarkan upsells dan cross sells selama proses checkout.
  • Cross sells dan up sells di shopping cart.
  • Video. Video promosi yang langsung berjalan ketika customer datang ke halaman tertentu.

Semua ini adalah cara yang sudah terbukti untuk meningkatkan konversi dan revenue/pendapatan. Sebagian besar toko online yang sukses menggunakan taktik marketing tersebut, ada yang menggunakan semuanya dan ada yang menggunakan sebagian.

Akan tetapi, kita semua pasti sudah pernah berbelanja di toko yang menawarkan layanan chatyang muncul terus-menerus, atau hal yang pertama anda lihat di situs adalah promosi pop upuntuk berlangganan email dari situs tersebut. Setelah menemukan cara untuk melewati tawaran itu, orang akan lanjut untuk berbelanja. Tetapi, jika pop up itu muncul lagi, banyak shopper yang akan merasa terganggu dan meninggalkan situs tersebut.

Apakah anda ingat pertama kali anda melihat remarketing ads untuk produk yang baru saja anda lihat ketika anda sedang berada di Facebook atau situs favorit anda yang lainnya? Banyak shopper yang tidak suka perilaku online-nya dilacak dengan cara seperti itu. Walaupun remarketing adalah tool yang efektif untuk meningkatkan konversi, cara ini bisa mengganggu banyak orang.

Hormati customer anda

Jangan terlalu sering menggunakan taktik marketing yang dijelaskan tadi. Jangan pernah menggunakan taktik yang mengganggu shopper, seperti langganan email. Dan juga, jangan terus-terusan menawarkan layanan chat jika shopper tidak pernah terlibat/menggunakannya.

Jangan menampilkan penawaran untuk berlangganan email saat visitor baru datang ke website anda. Anda belum memiliki hak untuk melakukan hal itu. Jika mereka adalah repeat customer(customer yang datang kembali), silahkan lakukan hal itu, barangkali mereka akan menemukan sesuatu yang menarik.

Personalisasi merupakan taktik marketing dengan tingkat gangguan ke shopper yang paling rendah. Pernyataan ini benar jika anda bisa mengenal customer anda dengan pasti dan bisa menunjukkan produk atau penawaran yang selaras dengan pembelian mereka sebelumnya. Misalnya seorang customer membeli celana bawahan, seminggu kemudian Anda menawarkan baju atasan yang dirasa cocok di match-kan dengan celana bawahan yang dibeli sebelumnya.

Bagaimana menyeimbangkan antara effort marketing dan tingkat gangguan kecustomer

Mencoba menebak reaksi konsumen pada taktik marketing adalah hal yang menantang, seperti promosi pop up, penawaran berlangganan email, marketing via email, dan promosi email.

  • Perhatikan analytic anda. Anda harus bisa mencari tahu di mana/kenapa customeranda meninggalkan website anda akibat dari suatu taktik marketing yang berbeda yang anda gunakan.
  • Eksperimen. Menguji taktik yang berbeda. Anda bisa menggunakan A/B test, tetapi banyak hal bisa diuji hanya dengan melihat analytic anda.
  • Bertanya ke customer yang berlangganan email tentang topik yang anda rasa perlu diperbaiki.
  • Sediakan pilihan alternatif atau pilihan lain kepada customer agar ia menerima informasi ketika ia berhenti berlangganan email.
  • Manfaatkan survei untuk mempelajari pemikiran customer anda tentang taktik marketing yang anda gunakan.

Untuk remarketing ads, tidak ada cara ajaib untuk mengukur tingkat gangguan ke customer. Fokus saja pada tingkat konversi, yang bisa diukur dan dilacak. Gunakan insting anda di sini.

Pada akhirnya, untuk semua taktik marketing ini, temukan keseimbangan yang tepat untuk meningkatkan pendapatan tanpa mengganggu customer. Jika anda gagal melakukannya, ini bisa membahayakan brand anda dalam jangka panjang.

Sumber: practicalcommerce.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *