Strategi Cart Cross-Selling Menggunakan Fitur Shipping untuk Toko Online

Adanya fitur free shipping sangat mempengaruhi angka penjualan Anda. Customer online shop seringkali memandang penting adanya fitur ini. Studi kasus baru-baru ini dari ComScore dan UPS menyatakan bahwa sebanyak 58% dari online shoppers atau digital shoppers rela untuk menambahkan barang belanjaan ke dalam keranjang mereka demi memenuhi kriteria untuk pengiriman gratis tersebut.

Kutipan dari studi tersebut adalah sebagai berikut :

Free shipping continues to drive purchasing decisions as 58% of online shoppers reported adding items to their shopping cart in order to qualify for the incentive. Further, 83% are willing to wait an additional 2 days for delivery if shipping is free, and 68% said free returns shipping is needed to complete a sale. Only 44% of online shoppers said they were satisfied with the flexibility of changing delivery days or rerouting packages.

 

Untuk mendorong perilaku tersebut, sebuah taktik merchandising yang popular dan efektif yaitu dengan menampilkan  sisa pembelajaan yang harus dipenuhi oleh konsumen untuk dapat memenuhi kriteria free shipping.

Ini adalah hal yang cukup baik untuk mempertahankan konsumen agar tetap meng-klik website Anda, lalu ini juga dapat menggeser pemikiran konsumen atau membuat konsumen berpikir kembali. Hal ini adalah kebalikan dari konsep “don’t make me think” yang kemudian berdampak sebaliknya dan membuat konsumen berpikir kembali apa yang mungkin masih mereka butuhkan kemudian menjadi bingung dan memulai proses pencarian dan menemukan barang lainnya yang mungkin tidak mereka butuhkan, namun demi syarat dari free shipping tersebut semakin membuat para konsumen jatuh kepada seberapa dekat jumlah yang harus dibutuhkan agar konsumen mendapatkan service pengiriman gratis tersebut.

Bagaimana jika cross-sells dipilih untuk diisi dengan barang yang yang terkait secara kontekstual terhadap perjalanan konsumen sebelumnya (pencarian keywords, barang yang dilihat, kategori yang diakses, pembelian sebelumnya, dll) atau sebuah barang yang seharga $0 -$10 yang memiliki daya tarik yang dibutuhkan untuk memenuhi  syarat dari pengiriman gratis tersebut.

Hal di atas merupakan sebuah contoh atau demonstrasi untuk menekankan jumlah uang yang harus dibutuhkan (sehingga konsumen tidak harus mengingat kembali jumlah yang dibutuhkan di dalam pikiran mereka), dan juga mendukung one-click add-to-cart yang dapat muncul entah di inline pada bagian halaman keranjang ataupun dalam sebuah pop up.

Pada bagian merchandising juga dapat diberikan link ke “view more suggestion” yang berisi halaman dengan lebih banyak lagi produk dengan rentang harga $0 – $10.

Hal yang memberatkan atau merugikan dari strategi ini adalah dimana konsumen hanya akan berbelanja sebanyak jumlah batas yang dibutuhkan untuk syarat pengiriman gratis tersebut, jadinya hanya sedikit konsumen yang ingin melakukan pembelian lebih dari jumlah batas yang ditentukan. Namun Anda harus tetap melakukan A/B testing (trial and error) terhadap strategi ini agar dapat melihat dan mengukur dampaknya terhadap jumlah atau total belanja dari konsumen.

 

Baca Juga

Meningkatkan penjualan dengan mengurangi cart abandonment rate

Tips desain toko online untuk mengurangi cart abandonment

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *