Siapkah Brand Anda untuk Menghadapi Trend E-Commerce Indonesia?

Brand building: hal yang tidak perlu anda khawatirkan sampai pekerjaan Anda dioptimalkan secara sempurna, pendapatan meningkat, dan perencanaan yang sesuai diinginkan, ya bukan? Tidak lagi. Penelitian baru yang dilakukan oleh McKinsey & Company memiliki pergesaran paradigma wawasan dalam hal bisnis e-commerce yang besar dan kecil.

E-commerce saat ini sedang berkembang di Indonesia. Penjualan diperkirakan akan mencapai $ 4.5B pada tahun 2016, jumlah pengguna internet diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 125 juta pada tahun 2016, dan belanja online diproyeksikan meningkat 10 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Dengan semua peluang untuk membuka dalam beberapa tahun ke depan, pemilik usaha e-commerce tidak dapat menunda membangun brand sampai tahun ke depan. Mereka perlu mengambil tindakan sekarang.

Dengan mengambil langkah yang tepat, bisnis e-commerce saat ini bisa sangat baik menjadi raksasa besok. Sebagai lanskap menjadi lebih menarik, pemain baru akan muncul dan marketplace akan menjadi lebih ramai. Perusahaan e-commerce bisa mendapatkan keuntungan dengan mulai membangun brand equity dan kesukaan customer.

 

Kebanyakan bisnis e-commerce di Indonesia tumbuh berdasarkan empat tahap berikut ini:

1. Setting up: Pada tahap ini, bisnis terfokus pada menata fondasi, termasuk mendapatkan website perusahaan dan meyiapkan hal-hal operasional. Fokus pada pemasaran baru sedikit.

2. Improving performance: Bisnis terfokus untuk mengarahkan traffic ke platform dan mulai memantau dan melacak pertumbuhan bisnis. Marketing plans diarahkan untuk fokus pada kinerja marketing dan SEO.

3. Traffic and traction: Seiring bertumbuhnya bisnis, mereka bekerja untuk mengasah kinerja, dan semakin detail dengan pengukuran bisnis. Pada tahap ini, bisnis mulai berubah dari kinerja pemasaran untuk brand building, termasuk membuat fokus baru pada persepsi customer.

4. Building a brand: Di tahap ini, bisnis mulai menjalankan branding campaign yang gencar untuk membedakan diri dari competitor, yang kebanyakan dilakukan secara offline.

APAC_E-commerceinIndonesia-3

 

Ketika bisnis hanya terfokus pada satu tahap saja, pandangan mengenai marketing dan strategi sales, termasuk menciptakan dan mempromosikan identitas brand melalui media berbayar, kegiatan sosial, dan aktivitas promosi lainnya, dapat hilang begitu saja. Untuk membangun kepercayaan dan mendapatkan market share, branding adalah hal yang penting untuk dilakukan sejak awal.

 

Hambatan untuk Pertumbuhan E-commerce Indonesia

Pop quiz: Apa hambatan utama untuk pertumbuhan e-commerce di Indonesia? Menurut berbagai pengambil keputusan e-commerce yang kami survei, apakah infrastruktur yang buruk, tidak adanya produk-produk berkualitas untuk dijual, kurangnya kepercayaan konsumen, atau minat yang rendah untuk belanja online?

Jika Anda menduga infrastruktur, poin ini menduduki peringkat kedua sebagai hambatan terbesar, yang dikutip oleh 89% responden kami. Bandwidth rendah dan penggunaan 4G yang telat, telah menunda pertumbuhan e-commerce Indonesia. Tetapi kebanyakan responden percaya akan adanya perbaikan dalam lima tahun kedepan (termasuk smartphone murah dan hadirnya LTE / 4G) akan memecahkan masalah infrastruktur yang paling mendesak ini.

Kepercayaan konsumen, yang dikutip oleh 94% responden kami, diyakini menjadi penghalang terbesar untuk pertumbuhan e-commerce. Hal ini mencakup kurangya kepercayaan di dunia Internet, seperti pembayaran online, dan di bisnis e-commerce itu sendiri.

Anda bisa mengatakan bahwa dua hambatan ini saling terkait, karena infrastruktur yang lebih baik cenderung meningkatkan kepercayaan dari waktu ke waktu. Dan sementara bisnis dapat mengambil langkah-langkah untuk membangun infrastruktur dalam jangka panjang (dan mengoptimalkan aplikasi mereka, situs, atau produk untuk bandwidth rendah dalam jangka pendek), membangun kepercayaan akan menjadi kunci ketika ingin meraih market share dan memelihara konsumen setia.

 

Ketika konsumen tahu siapa Anda, apa yang Anda perjuangkan, dan apa yang dapat Anda tawarkan kepada mereka, mereka lebih mungkin untuk mempercayai Anda.

 

Membangun kepercayaan dengan membangun brand Anda

Mendapatkan kepercayaan konsumen merupakan hal yang sulit. Dihadapkan pada website yang tidak beraturan, sistem pembayaran yang membingungkan, dan, dalam banyak hal, customer service yang buruk, dan Anda tidak bisa menyalahkan pelanggan Indonesia lebih memilih toko offline untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka bayar. Seiring waktu, perkembangan industri akan membantu, tetapi Anda tidak perlu menunggu untuk berubah; Anda bisa mulai membangun identitas brand Anda hari ini. Ingat, tanpa identitas brand yang jelas, tidak ada brand affinity. Dan tanpa brand affinity, customer akan dengan mudah membeli dari situs yang menawarkan produk serupa dengan harga yang lebih baik. Bagaimanapun juga, ketika konsumen tahu siapa Anda, apa yang Anda perjuangkan, dan apa yang dapat Anda tawarkan ke mereka, mereka lebih cenderung untuk mempercayai Anda-dan kembali melakukan transaksi.

 

Mulai bangun brand Anda hari ini 

Apapun tahap kehidupan perusahaan Anda saat ini, berikut adalah beberapa hal yang bisnis Anda dapat lakukan untuk mulai membangun brand loyalty:

Tahap 1 dan 2:

  • Pikirkan tentang apa yang Anda inginkan untuk brand Anda, feel yang ingin didapatkan, dan mewakilkan apa secara konsisten dari awal. Apa nilai dari perusahaan Anda? Apa yang ingin customer Anda rasakan ketika melihat logo atau produk perusahaan?
  • Menggunakan social marketing dan community marketing untuk menumbuhkan brand persona. Menumbuhkan profil sosial di seluruh platform Indonesia termasuk Instagram (di mana e-commerce informal sering terjadi) dan Twitter. Mengembangkan suara yang relevan secara lokal, menggunakan bahasa sehari-hari yang sesuai dengan audiens Anda.
  • Pikirkan tentang customer service yang memenuhi kebutuhan konsumen modern. Jangan mengorbankan customer service karena keterbatasan bandwidth. Customer service tidak selalu harus memiliki call center 24/7, atau fitur Live Chat pada sebuah situs web. Brand masih dapat menawarkan pengalaman customer yang baik dengan memiliki dukungan e-mail yang mudah dijangkau atau dukungan sosial lainnya seperti BBM, akun LINE, atau Google Forms untuk memberi feedback dengan mudah. Ketika customer dapat mengandalkan service Anda, mereka lebih mungkin untuk terus dating kembali.

Tahap 3 dan 4:

  • Pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan influencer terpercaya ( seorang youtuber seperti skinnyIndonesian24, NatashaFarani, atau Raisa) yang relevan dengan produk Anda dan sejalan dengan ideal bisnis Anda..
  • Menawarkan konten bermanfaat yang mengajarkan customer Anda bagaimana menggunakan alat Anda dan menunjukkan seberapa hati-hatikah Anda dengan informasi mereka. Mencakup hal-hal seperti Privacy Policy Statement yang mudah dipahami.
  • Hadirlah ketika di mana  audience Anda menjalankan campaign di berbagai media (dan seluruh perangkat).

 

Apapun tahap kehidupan bisnis Anda saat ini, luangkan waktu untuk menentukan apa yang Anda inginkan orang lain untuk berpikir dan merasakan tentang brand Anda. Sekalinya Anda menetapkan dengan jelas apa brand identity Anda, Anda dapat menceritakan kisah Anda kepada konsumen. Sejalan dengan perkembangan e-commerce yang meningkat di Indonesia, berikan bisnis Anda keunggulan yang kompetitif dengan membangun awalan yang kokoh. Mulailah sekarang, bangun brand Anda!

 

Sumber: Think with Google

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *