Rumus untuk Membuat Funnel E-commerce

Rumus dalam Membuat Funnel E-commerce

Sales funnel e-commerce merupakan kunci utama untuk meningkatkan performa website. Membuat sebuah funnel sama halnya dengan seni dalam orchestra: Anda perlu mempertimbangkan dan menangani semua instrument marketing untuk menciptakan keharmonisan.

Hal pertama yang dilakukan untuk membangun funnel adalah fokus untuk merencanakannya dengan tepat.

Langkah 1: Mendapatkan visitor website

“Cara untuk memulai sesuatu adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan” – Walt Disney

1 Mendapatkan visitor website

Objective: Membuat orang lain aware dengan Anda

Bagian atas funnel memerlukan traffic dan akuisisi. Paid traffic dibutuhkan oleh website e-commerce pada tahap awal.

Pertanyaan:

Pertanyaan paling penting yang perlu Anda jawab adalah:

“Apa cara yang paling menarik dan paling efisien untuk menghasilkan traffic dan awareness untuk website saya?”

“Bagaimana saya bisa membujuk visitor untuk mengunjungi, membicarakan dan merekomendaikan website saya tanpa membayar untuk traffic?”

“Apa yang membuat target saya penasaran dengan yang dibicarakan dalam website saya?”

Sebelum mengeluarkan budget untuk traffic, coba pertimbangkan fakta berikut:

Viral traffic : low cost, very good ROI
Direct traffic : low cost, best ROI
Email traffic : low cost, good ROI
Organic traffic : low cost, good ROI
Affiliate traffic : medium cost, good ROI
Paid traffic : high cost, ROI-nya tergantung

Jika perencanaan Anda terstruktur dan targeted hasilnya adalah virality. Selain mengadakan brainstorming untuk mencari ide kreatif, Anda juga perlu merencanakan setiap action yang perlu dilakukan dan membuahkan hasil yang Anda inginkan. Idenya harus kreatif, unik, inovatif, tapi yang terpenting adalah bagaimana Anda mengimplementasikannya.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Omzet Toko Online : Optimasi Semua Tahap Dalam Funnel Ecommerce Anda

Langkah 2: Mendapatkan Subscriber


2 Mendapatkan SubscriberObjective: Mengubah visitor menjadi subscriber

Untuk meyakinkan seseorang yang pada awalnya tidak berminat untuk membeli kemudian menjadi subscriber adalah tugas yang sangat sulit. Solusinya adalah dengan fokus untuk mencapai intermediate-goal yang disebut dengan micro-conversions. Goalnya adalah untuk mengubah window shopper menjadi subscriber. Email menghasilkan ROI yang baik, lebih murah daripada marketing channel yang lain dan bisa menghasilkan repeat visitor.

Pada tahap ini Anda bisa mencoba teknik email yang berbeda seperti exit survey atau pop-up dan membuat pesan automasi.

Anda juga harus tahu bahwa pada tahap ini orang-orang belum siap membeli dan Anda perlu membangun hubungan dengan mereka. Untuk menarik perhatian dan meyakinkan mereka untuk memberikan alamat email mereka, Anda harus menjawab pertanyaan ini dengan jelas “Apa yang saya dapatkan jika saya memberikan alamat email untuk Anda?”.

Langkah selanjutnya untuk mendapatkan hasil email marketing yang lebih baik adalah mengetes subject line, waktu pengiriman dan penawaran iklan mana yang memiliki conversion rate terbaik.

Pertanyaan:

“Informasi seperti apa yang perlu saya sediakan untuk meyakinkan visitor berubah menjadi subscriber?”

“Bagaimana saya bisa membujuk mereka melalui penawaran yang dibuat?”

“Apakah saya perlu menawarkan insentif untuk meningkatkan opt-in rate?”

Langkah 3: Meyakinkan

“Jangan hanya mengencangkan suara Anda, tapi tingkatkan kualitas argumen Anda”-Desmond Tutu

3 Meyakinkan

Objective: Meyakinkan visitor untuk menambahkan produk ke shopping cart mereka

Selain copywriting, personalisasi, gamification dan gambar yang menarik, Anda harus mengambil keputusan berdasarkan solusi yang sudah divalidasi lewat A/B test.

Pertanyaan:

“Apa yang harus saya lakukan agar mereka mengambil action?”

“Bagaimana saya bisa membuat mereka ingin mengambil langkah selanjutnya dalam proses pembelian?”

“Apa yang membuat mereka tidak melakukan pembelian?”

Cara yang paling efektif untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menanyakan langsung ke customer melalui survey: survey kepuasan customer yang ditujukan untuk segmentasi tertentu dari traffic: non-pembeli atau pendatang baru, visitor yang datang kembali tapi bukan pembali, dll.

Langkah 4: “Closing”

“Saya tidak ingin melompati balok setinggi 7 kaki; saya mencari balok setinggi 1 kaki yang bisa saya lewati” -Warren Buffet

4 Menutup Kesepakatan

Objective: Mengubah pembelanja menjadi pembeli

Strategi yang dapat Anda gunakan adalah under promise, over-deliver principle.

Kita semua tahu bahwa tingkat cart abandonment memang sangat mengesalkan:

65% pembelanja online mengabaikan cart mereka. Selain mencoba design dari product pages untuk mengurangi jumlah cart abandonment, Anda juga bisa menggunakan exit pop up untuk mengejar pembelanja yang masih ragu atau belum membuat keputusan.

Customer yang tidak takut berbelanja dari website Anda akan menjadi pembeli yang terus datang (repetitive buyers).

Pertanyaan:

“Bagaimana saya bisa mengatasi harapan customer?”

“Apa yang membuat mereka berhenti dan mengabaikan keranjang belanja?”

“Apakah ada pola dari segmentasi visitor tertentu?”

Langkah 5: Profit jangka panjang untuk bisnis Anda

5 Profit jangka panjang untuk bisnis Anda

Objective: Mengubah customer menjadi fans

NPS (Net Promoter Score) merupakan salah satu KPI terpenting yang diperkenalkan oleh Fred Reichheld pada 2003 dan sudah diadopsi oleh perusahaan besar seperti Apple, Google atau Adobe.

Pertanyaan:

“Apa yang harus saya lakukan, bagaimana cara saya berbicara, bagaimana cara meminta rekomendasi kepada customer?” dan kemudian… “Apakah ada hal yang bisa saya lakukan untuk membuat setiap customer menyebarkan word of mouth bisnis saya?”

Proses ini sangat simpel dan tidak lebih dari 20 menit, tapi dampaknya bisa menghemat uang Anda sangat banyak. Terlebih lagi, jawabannya adalah fondasi untuk sales funnel Anda, yang menentukan usaha atau action apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai goal tertentu.

Sumber: omniconvert

Baca Juga

7 Strategi Meningkatkan Conversion Rates Ecommerce / Toko Online

Tingkatkan Penjualan Online dengan Menggunakan Facebook sebagai Channel Marketing Anda

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *