Rumus Customer Acquisition Cost Untuk Perusahaan eCommerce

Artikel ini ditulis oleh Faiz A Rahman (Investment Analyst Convergence Venture) untuk kolom The Quad – ConvergenceVC.com

Bagi Anda yang menjalankan tech startup dalam pasar vertical apapun, sangat penting untuk mencari hal yang penting bagi kesuksesan perusahaan di masa depan. Mencari tahu metriks yang relevan sangat penting untuk memahami seberapa baik startup Anda berjalan. Metriks tersebut akan membantu entrepreneur mengidentifikasi kemajuan dalam pemasaran, penjualan dan pelayanan customer juga untuk menghindari pengeluaran yang tidak penting.

Salah satu metriks yang paling penting untuk perusahaan tech startup manapun adalah CAC, atau Customer Acquisition Cost, atau sebutan lainnya Cost of Acquiring Customers. Pada dasarnya, mereka adalah hal yang sama: berapa biaya untuk memperoleh satu customer untuk startup Anda.

Namun, setiap industri vertical memiliki cara yang berbeda dalam mengartikan dan menghitung CAC. Dalam artikel ini, kami akan fokus hanya pada perusahaan eCommerce.

Mengapa CAC Penting?

Sebelum menuju perhitungan CAC dan bagaimana cara meningkatkannya, kita perlu memahami mengapa metriks ini sangat penting untuk perusahaan eCommerce?

Sederhananya, karena toko online Anda perlu membuat uang dan mengoptimasi investasi dalam marketing, yang artinya Anda perlu mendapat return on investment (ROI) dari kampanye pemasaran dan penjualan Anda dan juga dari komisi atau gaji yang Anda bayarkan ke tim penjualan.

Dengan kata lain, jika biaya untuk mendapatkan uang dari customer dapat dikurangi, profit margin perusahaan dapat meningkat.

Namun, CAC tidak hanya penting untuk pihak internal tapi juga pihak luar seperti investor. Investor menggunakan metriks ini untuk menganalisa scale dari perusahaan teknologi ini. Mereka biasanya menggunakan metriks untuk memperkirakan profit perusahaan dengan melihat perbedaan antara berapa uang yang bisa dihasilkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapat customer.

Bagaimana menghitung CAC?

Dalam bentuk yang paling sederhana, CAC bisa dihitung dengan:

Membagi total biaya yang berkaitan dengan akusisi customer dengan jumlah customer baru, dalam periode waktu tertentu.

Contohnya, jika sebuah perusahaan eCommerce mengeluarkan $1000 untuk pemasaran dalam satu tahun dan mendapat 100 customer di tahun yang sama, CAC mereka adalah $10.

Contoh Kasus:

Misalkan, perusahaan fiksi bernama LaperBoss yang menjual donat secara online (karena saya suka donut) menghabiskan $10,000 untuk iklan bulan lalu, dan tim marketing tercatat menghasilkan 1,000 customer baru selama periode tersebut. Ini menunjukkan CAC $10, tapi angka ini belum memberikan arti apa-apa.

Secara teori, jika rata-rata ukuran pemesanan oleh customer yan gmembeli donut dari LaperBoss adalah $25 dan memiliki gross margin sebesar 50%, rata-rata, perusahaan membuat margin sebesar $12.5. dikurangi CAC sebesar $10 per customer, LaperBoss dasarnya menghasilkan $2.5 ($12.5 – $10) dari setiap customer untuk membayar biaya operasional.

Namun, ini hanya perhitungan kasar dan perkiraan saja. Ada beberapa pertimbangan lainnya, contohnya Life Time Value (LTV) dari customer, retention rate dan churn.

Supaya menghitung CAC dengan cara yang lebih rumit dan tepat, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor terkait customer acquisition lainnya, diringkas sebagai berikut:

Dimana:

CAC = Customer Acquisition Cost

MCC = Total biaya kampanye pemasaran terkait customer acquisition

W = Upah terkait pemasaran dan penjualan

S = Biaya seluruh software pemasaran dan penjualan (Termasuk platform ecommerce, Automated marketingA/B Testing, Analytics, dll.)

PS = Servis profesional tambahan yang digunakan dalam pemasaran/penjualan (designersconsultant, dll.)

O = Pengeluaran tambahan lainnya terkait pemasaran dan penjualan

CA = Total customer yang didapatkan

Bagaimana Meningkatkan CAC?

Begitu Anda memahami mengapa CAC penting dan bagaimana menghitungnya, bagaimana Anda meningkatkan/menurunkan CAC?

Meningkatkan CAC selalu baik untuk bisnis dan perusahaan bisa mengoptimasi CAC dengan mencoba hal-hal baru, seperti:

  • Meningkatkan konversi penjualan customer on-site dengan meningkatkan keseluruhan performa situs. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan A/B testing untuk mengurangi tingkat pengabaian cart, meningkatkan landing page, optimasi mobile, dll.
  • Menjelajahi, media yang berpotensi lebih efisien untuk mendapatkan customer.
  • Menerapkan customer relationship management (CRM) yang efektif karena hampir semua perusahaan sukses yang memiliki repeat buyer menerapkan beberapa bentuk sistem CRM.
  • Menambah user value dengan memperkenalkan fitur unggulan atau menambah penawaran produk yang sudah ada.

Sekarang Anda sudah tahu mengapa CAC penting dan bagaimana meningkatkan metriksnya, pastikan perusahaan Anda memiliki CAC yang sehat agar bertumbuh dan scale lebih cepat. Tolong berhati-hati karena ini hanya satu metriks, ada banyak sekali metriks penting lainnya yang harus diurus. Akhir kata, semoga beruntung dan jangan lupa untuk bersenang-senang dengan bisnis Anda!

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *