Pelajaran yang Bisa Diambil dari 5 situs Ecommerce Terbaik

Tiga dari empat pengunjung yang menempatkan item yang akan dibeli dalam shopping cart mereka biasanya tidak menyelesaikan pembelian.

Tingkat pengabaian shopping cart (shopping cart abandonment rate) mencapai 75% pada tahun 2011, naik 5,3% dari 2010, menurut sebuah studi dari SeeWhy.

Angka ini adalah jumlah yang mengejutkan dari pendapatan yang hilang tepat di akhir proses transaksi. Mereka kehilangan pengunjung, tetapi ini merupakan peluang besar bagi perusahaan e-commerce untuk mendapatkan pertumbuhan pendapatan mereka tanpa harus menambah traffic.

Bahkan sedikit perbaikan dalam cart yang ditinggalkan dapat mendorong pendapatan secara signifikan menjadi lebih tinggi.

Berikut adalah sebuah analisis yang diambil dari lima  e-commerce company untuk melihat bagaimana mereka dapat menurunkan tingkat abandonment rate shopping cart dengan menciptakan pengalaman belanja yang positif pada pembelian online.

Jika Anda ingin meningkatkan penghasilan Anda, mulailah dengan me review kembali dan melakukan optimalisasi proses checkout Anda.

Mengapa mengurangi abandonment rate dari shopping cart begitu penting? Anda akan melihat kenaikan keuntungan untuk setiap titik persentase konversi yang Anda perbaiki. Sebuah perbaikan sebesar 10% dalam abandonment rate dari shopping cart Anda dapat meningkatkan penghasilan Anda 30%.

Made.com

Adalah situs penjualan furnitur di Inggris. Made.com menempatkan produk dan jumlah penghematan yang didapat consumer di depan dalam interface yang, bersih dan menakjubkan.

Point penting dari Made.com :

  • Produk ditampilkan dengan cara visual yang kuat. Item tersebut begitu besar, rasanya seperti Anda dapat menyentuhnya. Dibandingkan dengan penjual furnitur lain produk yang ditampilkan di sini, visual dari made.com lebih hidup. Anda serasa benar-benar mendapatkan apa yang Anda beli.
  • Tag harga kuning menyala terang menunjukkan berapa banyak yang Anda saving dan menonjol.
  • Rekomendasi dari staf Made.com memperkuat daya tarik produk dan membantu memberikan tambahan pendapat bagi pembeli.
  • Spesifikasi produk, termasuk informasi pengiriman dan dimensi produk, semua disajikan dalam format yang friendly dan intuitif.
  • Proses checkout yang bersih, termasuk pilihan login as guest, membuat penyelesaian transaksi tidak bertele-tele.

Amazon.com

adalah kakek dari segala e-commerce. Amazon terkenal denga  pengujian A / B.  Amazon memiliki formula terbaik, terbaik di industry sejenis, untuk konversi, sekitar 65%. Bahkan dengan situs web mereka yang terkenal-berantakan, Amazon melakukan hal-hal penting yang tepat, berulang-ulang.

Point penting dari Amazon.com :

  • Yang paling penting berada di atas : harga, berapa yang Anda saving, customer ratings, ketersediaan barang, dan harga dalam berbagai format memberikan pembelanja informasi yang paling penting dengan cepat.
  • Tombol buy diatur ke kanan pada latar belakang warna yang berbeda dari apapun di halaman itu.
  • Free shipping dikaitkan dengan urgensi pembelian supaya pembeli memiliki alasan kuat untuk membeli sekarang. Mengetahui bahwa apa yang Anda beli akan berada di depan pintu Anda pada hari Kamis memecahkan masalah dan memberikan kepuasaan instan bagi pelanggan – sesuatu yang sulit didapat pada ecommerce online.
  • Ingin informasi lebih banyak? scroll ke bawah sedikit ada banyak informasi tentang barang yang Anda ingin beli. Keterangan rinci, video, review, ratings dan rekomendasi

Groupon

Checkout memiliki kesederhanaan yang luar biasa, menonjolkan social proof, discount besar yang diberikan mendorong impulse buying dalam ecommerce.

Point penting dari Groupon :

  • Diskon besar. Semua orang (masih) mencintai deal, dan Groupon masih memiliki ciri khas yang jelas : belilah sekarang Anda akan menghemat banyak. Kebanyakan deal yang ada memiliki diskon lebih dari 50%, menciptakan alasan kuat untuk membeli.
  • Urgensi. Jam berdetak pada setiap deal Groupon. Kerangka waktu yang terbatas menciptakan dorongan untuk membeli sekarang agar dapat menghemat. Lebih baik membeli sekarang daripada diskon habis.
  • Social proof.  Groupon menunjukkan Anda berapa banyak orang yang membeli deal yang ada, memvalidasi insting membeli Anda dan memberi Anda keyakinan bahwa orang lain berpikir itu deal yang baik.
  • Untuk semua yang diberikan di halaman produk ditambah dengan checkout yang clean memberikan kemudahan untuk melewati dan menyelesaikan transaksi Anda.

Threadless.com
“The original crowd sourced design company”,  Threadless menanamkan mereknya dalam imajinasi menjadi pengalaman checkout yang jelas dan visual.

Point penting dari Threadless :

  • Pencarian visual yang bersih memudahkan untuk melihat desain  dan menelusuri ratusan desain baju dengan cepat. Filter yang intuitif (Ukuran, model, harga) dan menyenangkan (diurutkan berdasarkan: Awesomeness), membuat pilihan yang ada dipersempit sehingga mudah dipilih.
  • Halaman-halaman produk dengan gambar yang besar, option sizing yang mudah dan tombol add to cart yang besar  mendominasi halaman.
  • Social proof dalam bentuk seperti Facebook, Tweets dan Google +1 menunjukkan popularitas suatu barang, memperkuat keputusan pembelian Anda.
  • Elemen halaman tersier, seperti rekomendasi, dan navigasi yang mudah untuk kembali ke produk yang sebelumnya sudah dilihat dapat menjaga pembeli tetap berada dalam “buying mode”, bahkan jika mereka memutuskan barang itu  tidak cocok untuk mereka.

Fab.com

Situs desain-sentris dengan deal baru setiap hari membawa desain cerdas untuk proses checkout.

Point penting dari Fab :

  • Fab menjual desain. Gambar besar yang ada menawarkan deal produk baru setiap hari secara limited. Browsing produk baru terasa menyenangkan dan mudah.
  • Fab memiliki feed seperti Pinterest untuk semua produk yang dibeli dan diberi penanda “favorited” di situs setiap saat. Ini menciptakan kesan fun, menggunakan mekanisme crowdsourced untuk menelusuri apa yang sedang sale sekaligus menciptakan dorongan untuk membeli sebelum item habis dan tidak dijual kembali.
  • Proses checkout Fab memiliki design yang baik. Fungsi zoom rollover memungkinkan pembeli mendapatkan tampilan upclose di item, sedangkan tampilan merah terang “Add to cart” button sangat menonjol dibandingkan dengan  warna hitam dan putih abu-abu lainnya dalam halaman.
  • Dengan menambahkan item ke cart Anda, item akan  dihold selama 12 menit, menarik Anda untuk menyelesaikan pembelian Anda sebelum deal hilang.
  • Halaman checkout bersih dan jelas, dengan jam hitung mundur, saving Anda dan tombol Checkout semua menonjol dalam merah terang.
  • Sebagai returning customer, Anda dapat menyimpan data-data pembayaran dan shipping information semudah menekan tombol, sehingga memudahkan pembelian berulang dan menaikkan value di mata kostumer.

Lesson learned yang didapat

Cart abandonment (customer yang memasukkan barang ke cart tetapi tidak melanjutkan pembelian) bisa membunuh Anda. Buatlah rencana untuk menurunkan persentase pengabaian cart oleh pelanggan menjadi lebih sedikit dengan meningkatkan user experience dari checkout Anda. Carilah di area mana Anda dapat melakukan perbaikan dengan meningkatkan arsitektur informasi dan UX produk Anda dan halaman checkout.

Perhatikan konsistensi dari halaman ke halaman, hirarki visual dari elemen halaman, dan mengurangi informasi di area above the fold (area yang langsung dihadapi visitor tanpa melakukan scrolling) dan hanya tampilkan apa yang paling penting bagi pembeli. Tentu saja, setiap produk dan audiens berbeda, jadi penting bagi Anda untuk terus menguji  dan menemukan apa yang works untuk Anda.

Gunakan Sebuah platform A / B testing seperti Optimizely atau Google Website Optimizer untuk menguji variasi halaman sebelum melakukan perombakan keseluruhan. Anda akan memiliki kesempatan untuk mempelajari perubahan apa yang memiliki efek tanpa membahayakan pendapatan Anda saat ini.

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *