Konsep Retail bagi Pemula: 3 Cara untuk Mendapatkan Sumber Stock untuk Toko Online Anda

Ditulis oleh Rama Dhonanto, Founder dan CEO Sportdeca.com, sebuah toko peralatan olah raga online.

Dalam industri retail, baik online maupun offline pasti memiliki suatu konsep yang sama yaitu, mengelola persediaan. Kesuksesan dari bisnis retail anda sangat ditentukan dari bagaimana anda mampu mengelola persediaan anda dengan baik. Hal tersebut melibatkan beberapa kunci strategi seperti logistic, merchandising, dan marketing strategy. Namun, sebelum kita mulai mengelola persediaan anda, sangatlah penting untuk mengstrategikan, bagaimana anda mendapatkan sumber persediaan anda. Dalam retail, setidaknya terdapat 3 opsi umum untuk mendapatkan persediaan anda:

1. Wholesale

Ini berarti anda melakukan pesanan pembelian dengan supplier-supplier anda. Anda membayar penuh di awal dan persediaan produk yang anda pesan akan berada di gudang anda sendiri. Dalam Sportdeca, beberapa brands perlu memesan pembelian di 6 bulan sebelumnya. Sehingga anda memerlukan analisis yang baik dan bagaimana suatu proyeksi penjualan akan terlihat dalam waktu 6 bulan ke depan.

Keuntungan dalam pembelian secara wholesale:

  1. Margin yang lebih. Supplier akan memberikan margin yang lebih tinggi ketika anda membeli secara wholesale.
  2. Mengamankan persediaan. Pembelian secara wholesale berarti anda mempunyai kenyamanan dalam mengamankan persediaan anda, khususnya barang-barang yang cepat berpindah.
  3. Hubungan yang lebih baik dengan para supplier.  Sebagai supplier, mereka akan lebih memilih opsi ini, karena mereka akan memprioritaskan pembeli yang membeli secara wholesale. Anda akan mendapatkan produk-produk baru secara langsung dan beberapa supplier akan tertarik melakukan pemasaran bersama untuk membantu anda meningkatkan penjualan.

Namun, terdapat juga kelemahan:

  1. Beban inventory. Pembelian barang secara wholesale akan memberikan lebih banyak tekanan untuk dapat menjual barang-barang tersebut secepat yang anda bisa. Hal terakhir yang tidak anda inginkan  adalah anda berakhir dengan terlalu banyak barang sisa di gudang.
  2. Resiko finansial. Memberikan uang di muka berarti anda membutuhkan investasi yang baik di awal. Kebanyakan dari perusahaan baru lebih memilih untuk menggunakan uangnya demi marketing dan branding.
  3. Pekerjaan tambahan untuk mengelola inventory. Anda perlu mengelola inventory dan logistic yang anda punya dari inventory management, stock report, dan shipping process. Hal ini tidak akan ideal untuk retailers yang  tidak mempunyai modal dan sumber daya yang cukup untuk melakukannya.

 

 2. Consignment / Konsinyasi

Consignment berarti suppliers anda menempatkan produk-produk mereka di dalam gudang anda, tetapi masih memiliki kepemilikan barang-barang tersebut hingga terjual. Jika bisnis retail anda memiliki gudang tetapi anda tidak ingin mengeluarkan banyak uang atau biaya untuk pemesanan secara wholesale, maka opsi consignment sangat ideal untuk anda.

Keuntungan:

  1. Menghemat biaya-biaya inventory. Retailer tidak perlu mengeluarkan kasnya hingga barang terjual kepada end user. Dalam kata lain, seorang consignee tidak perlu membayar supplier hingga barang dagangannya terjual, yang mana dapat meningkatkan cash flow di bagian retailer.
  2. Mengisi kembali persediaan saat penjualan. Hal tersebut menghindari jeda waktu antara penjualan barang dengan kedatangan pesanan baru. Hal terpenting dari supplier dan retailer untuk menjaga persediaan untuk tetap tersedia, sehingga inventory dapat tergantikan dengan langsung untuk dijual secepatnya. Jeda waktu antara barang yang sedang dijual dengan barang-barang baru yang telah datang sangat berpotensial terhadap kerugian bisnis.
  3. Membangun hubungan yang lebih baik. Memesan jumlah yang tepat, menjual jumlah yang tepat, dan menggunakan penjualan secara consignment untuk mengubah tujuan setiap saat dan lalu membentuk hubungan yang lebih kuat di antara kedua pihak.

Kelemahan:

  1. Margin yang kurang. Penjualan secara consignment biasanya memiliki margin yang lebih rendah daripada penjualan secara wholesale.
  2. Pengelolaan persediaan yang rumit. Mengelola penjualan secara consignment bisa menjadi suatu mimpi buruk. Anda butuh untuk melacak persediaan secara tepat pada lokasi consignment. Pergerakan yang konstan dalam persediaan consignment membuat pengelolaan pada spreadsheet (Ms. Excel) menjadi sangat sulit. Kesalahan dalam laporan anda akan menyebabkan kehilangan persediaan dan kehilangan keuntungan.

 

3.    Dropship

Dropshipping adalah sebuah retail fulfillment method yang dimana store tidak menyimpan produk yang dijualnya dalam persediaan. Lebih jelasnya, ketika store menjual produk, produk tersebut dibeli dari pihak ketiga dan dikirimkan secara langsung kepada pelanggan. Maka dari itu, penjual tidak pernah melihat atau menangani produk secara langsung.

Perbedaan terbesar antara dropshipping dengan model retail standart lainnya adalah penjualan yang dilakukan oleh penjual tanpa melakukan persediaan atau inventory sendiri. Sebagai gantinya, penjual membeli inventory yang dibutuhkan pihak ketiga (biasanya adalah wholesaler atau manufacturer, untuk memenuhi pesanan).

Keunggulan:

  1. Hanya memerlukan modal yang kecil. Keuntungan terbesar dari dropshipping adalah memungkinkan anda untuk meluncurkan sebuah ecommerce store tanpa harus investasi ribuan dollar untuk inventory di awal. Dengan dropshipping model, anda tidak perlu melakukan pembelian produk kecuali anda telah melakukan penjualan dan telah dibayar oleh pelanggan.
  2. Pilihan produk yang bervariasi. Karena anda tidak harus melakukan pembelian awal terhadap barang-barang yang anda jual, maka anda dapat menawarkan jajaran produk terhadap pelanggan-pelanggan yang potensial membeli produk anda. Jika suppliers memiliki persediaan barang tersebut, maka anda dapat mendaftar barang yang akan dijual tersebut ke dalam website anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
  3. Pekerjaan jadi lebih mudah. Dengan memanfaatkan dropshipping suppliers, sebagian besar pekerjaan dalam memproses pesanan-pesanan akan ditangani oleh supplier, yang memungkinkan anda untuk melakukan expand dengan sedikit kerja keras.

Kelemahan:

  1. Masalah pada inventory. Jika anda menyediakan semua produk-produk anda sendiri, maka relative sederhana untuk melacak produk-produk yang mana sudah habis atau masih ada. Tetapi ketika produk anda bersumber dari berbagai atau lebih dari satu gudang, yang mana juga harus memenuhi  pesanan untuk pedagang lain, sehingga terjadinya perubahan persediaan sehari-harinya.
  2. Pengiriman yang rumit. Jika anda bekerja dengan berbagai supplier (drop shippers), maka produk anda yang berada di website akan bersumber dari banyaknya drop shipers yang anda miliki. Hal ini akan mempersulit biaya-biaya pengiriman bisnis anda.
  3. Kesalahan pada supplier. Bahkan dropshipping supplier terbaik pun pernah melakukan kesalahan dalam memenuhi orderan. Kesalahan yang dimana anda harus bertanggung jawab dan meminta maaf.

Inilah 3 strategi inventory yang dapat anda gunakan untuk usaha anda sendiri. Untuk skala dan keseimbangan bisnis, saya sarankan kepada anda untuk menggunakan 3 strategi tersebut dalam jumlah yang tepat. Pembelian inventory terlalu banyak akan menyebabkan suatu masalah, serta saat anda bergantung pada persediaan orang lain. Tantangan yang anda perlu hadapi adalah untuk menggabungkan strategi-strategi yang berbeda untuk bisnis anda agar tetap berkembang. Namun, jika anda baru hanya memulai dengan modal terbatas, dropshipping mungkin adalah pilihan yang paling aman untuk memulai bisnis, lalu ketika bisnis anda sudah berkembang mulailah untuk menggunakan strategi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *