Cara Tercepat Mendatangkan Penjualan Online Dengan Modal Kecil

Bagaimana cara tercepat mendatangkan penjualan online dengan modal kecil ?

Mungkin saja bukan masalah “cara”nya, tetapi barangnya apa ? udah bener belum barangnya ?

 

Asumsi dari artikel ini adalah Anda belum memiliki channel besar (=kolam) untuk menjual barang tersebut (misalnya anda punya domain jual(namabarang).com dan Anda punya social media dengan banyak followers yang bisa meng-engage calon customer, mendatangkan traffic ke website Anda dengan exact match domain – yang mana membutuhkan beberapa tahun dan budget lumayan, termasuk membangun brand dari exact match domain Anda) atau Anda belum memiliki channel reseller b2b yang bantu ngejualin barang Anda, biasanya channel jenis ini akan meminta term pembayaran 1-3 bulan.

Jadi ceritanya ada seorang teman yang kepepet membutuhkan sales penjualan, ia datang menanyakan kepada saya. “Saya sudah terlanjur menyetok barang banyak tetapi tidak mudah terjual, apa yang harus saya lakukan? ” ¬†Contoh saja, barangnya yaitu sepatu dan batik.

Dalam hati saya, saya berpikir, jika Anda berniat menyetok banyak, kenapa tidak bangun channel digital yang bener dulu, yang sustain dulu trafficnya yang terkait barang tersebut, baru mikir nyetok ?

Yang perlu diperhatikan, pertama bukanlah channel atau strategi cara jualannya (apakah online/offline, pakai website atau di marketplace atau Facebook ads atau search engine), tetapi barang jualannya dulu apa ?

 

Dalam kondisi budget terbatas, dan kepepet maka yang bisa Anda lakukan adalah :

  1. Jawaban dari cara tercepat jualan dan dapat income di online – dalam kondisi ceteris paribus (maksudnya anda tidak keburu kaya duluan, tidak punya existing asset utk jualan, tidak punya reputasi apapun – seorang desainer interior terkenal tentu kalau mau cepat dapat duit ya jual reputasinya, Anda tidak punya stok produk atau latar belakang produk apapun, Anda tidak punya network apapun) adalah tergantung barang jualan Anda : Anda masih bisa mengontrol tingkat konversi barang yang ingin Anda jual. Fokus pada barang dengan konversi tinggi, artinya barang yang lagi trend di niche (atau bahkan di sini belum jadi trend, belum banyak importir serupa), baru-baru ini saya ngobrol tentang barang trend ini dengan teman, saya tanya apakah powerbank kipas angin masih layak di dropship ? karena 6 bulan lalu saya tidak lihat barang ini, ternyata ia menjawab “oh itu udah lewat”, artinya trend memang cepat sekali berubah untuk beberapa item, tetapi trend di jakarta tentu beda dengan di daerah yang agak telat. Beberapa item ada yang demandnya stabil sepanjang tahun. Temen saya yang bilang powerbank kipas angin udah lewat sekarang jualannya powerbank emoticon dan casing hp.
  2. Saya tidak terlalu suka menyebut “barang impor dari China” (gaya idealis produk lokal gitu deh) tetapi masalahnya “entry marketnya” barang impor China itu banyak, maksudnya adalah barang yang punya peluang konversi tinggi itu banyak.
  3. Kalau bisa jangan idealis pada barang jualan Anda sekarang (Jika saat ini Anda sudah menyetok barang dengan konversi buruk, sulit untuk dibantu), kalau udah ngetes 1 produk, ga laku, ganti lagi yang lain, ga laku? cari yang lain. Sering denger kan kalau mau sukses harus banyak gagal ? di internet hal ini bisa dipercepat! karena ngetes jualan cuma butuh beberapa jam/hari/minggu saja. Baca juga : pengantar dropship Рlakukan pengetesan sampai berhasil.
  4. Menambah channel jualan yang semula hanya toko saja (toko Anda atau gerai ritel), ditambah ke online (SEO, adwords kalah keywordnya tidak bersaing di marketplace, FB ads kalau barangnya tidak mahal dan ada chance impulsive)
  5. Perhatikan bahwa “tercepat” tidak sama dengan “terbesar” atau “terbaik” atau ter-sustainable”.
  6. Pahami karakter barang :
    • Ada barang yang retensi tinggi tetapi margin kecil (susu bayi, barang komoditas)
    • Ada yang bisa margin besar tetapi retensi kecil
    • Ada yang harus capek upload produk terus karena tiap 2 minggu ganti model (fashion)
    • Ada jenis barang yang customernya tidak bisa banyak diengage sebelum melakukan pembelian (mis.batik. customer batik tidak perlu diedukasi tentang cara pakai batik bukan ? bisa-bisa aja tapi tahap funnelnya kelamaan)
    • Ada yang bisa diengage dengan banyak cara jauh sebelum membeli (mis.niche bayi)
    • Ada yang bisa diproduksi 1x saja tapi bisa dijual berkali-kali (produk digital)
    • Ada yang mudah di cross sell dengan barang yang komplementer, ada yang susah. jualan baju bayi bisa di cross sell / up sell tas/gendongan bayi karena nichenya pas. jualan jam tangan cross sellnya apa ya ? banyak tidak
    • Ada banyak karakter lainnya tapi saya lagi capek nulis, kapan-kapan ya
  7. Setiap orang sukses dari awal yang berbeda-beda ! jangan samakan path Anda dengan orang lain.
  8. Jangan cuma kuasai channel social media saja, Google (search engine) dan Marketplace juga penting karena karakternya yang berbeda. Di social media Anda jualan ke orang yang tidak mencari. Di search engine Anda jualan ke orang yang sedang mencari. Di marketplace ? jualan ke orang yang sudah buying mode dan window shopping. Baca Juga : Mempelajari fitur Iklanku di marketplace Shopee.co.id

Baca juga informasi jualan online lainnya :

Bagaimana Cara Menjadi Reseller Dropshipping Market Indonesia Dari Tokopedia, Bukalapak dan Marketplace Lain

Panduan Reseller dan Dropship : Tools Untuk Riset Pasar dan Menentukan Produk Model Bisnis Dropship

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *