Cara Menghindari Investasi Crypto (ICO) Scam

Beberapa founder yang lagi ICO nama perusahaannya kalau di Googling tidak ada di halaman pertama. Apa artinya ?

Blogpost ini memang kurang sesuai dengan nama blog buattokoonline.id .. tetapi ya ini sementara aja, bisa saja konten ini saya pindah ke blog lain yang lebih sesuai.

Blogpost ini lumayan urgent karena baru baru ini skema Initial Coin Offering lewat blockchain lagi populer di Indonesia, tetapi tidak banyak investor retail yang paham.

ICO / investasi di crypto ini cukup dahyat lantaran kemampuannya untuk mendorong dan memungkinkan investor retail (perorangan) dengan dana kecil (tapi jumlahnya bisa ribuan) untuk melakukan investasi di startup.

Padahal investasi di startup .. 90% + lebih gagal. Dan kalau beruntung bisa pivot/mengubah konsep – kalau dananya cukup. Tetapi, investor retail kan tidak tahu itu.

Saya berpengalaman di dunia Venture Capital di startup Indonesia sejak tahun 2011 (s/d 2016) ketika saya menjadi asisten dari investor Jepang melakukan investasi di Indonesia melalui Batavia Incubator. Sejak saat itu saya bekerja di berbagai venture di Indonesia dan aktif di digital marketing & mentoring di berbagai inkubasi startup.

Kenapa artikel ini penting ? Karena ICO belum diregulasi … padahal ada alasannya kenapa selama ini IPO (IPO. bukan ICO) diregulasi ketat, dan biasanya membutuhkan bisnis yang sudah difunding beberapa kali sebelum IPO.. foundernya di IPO sudah ada track record difunding dan dimentoring Venture Capital profesional sebelumnya. Tapi ICO di Indonesia saya lihat banyak founder yang pitching pakai kaos di kos kosan dengan kipas angin.

Apa risiko kalau Anda beli token scam ? bukan nyangkut lagi, tapi duit Anda tidak bisa ditarik forever.

Berikut ini beberapa cara mudah menemukan ICO scam dan bonafit hanya dari data founder. Belum ngomongin use case blockchain, impact & feasibilitynya dll..

Googling nama dan perusahaan founder/CEO dan beberapa advisornya. Apa yang Anda temukan ?

Misalnya foundernya mencantumkan portofolionya “CEO UrbanCommerceX”

Lalu Anda Googling Urban CommerceX ternyata di halaman pertama Google websitenya tidak ada. Berarti dia :

  1. Tidak pernah membangun perusahaan digital (mau ICO tapi tidak punya portfolio digital bonafit ? 99% scam. ICO itu bisa dibilang ada di perkembangan tech terbaru jangan2 CEOnya gaptek ?)
  2. Pernah membangun perusahaan digital .. tapi ya baru 6 bulan lalu, baru keluarin duit 500 ribu untuk domain dan hosting… ckck
  3. Punya website, tapi ga ada traffic karena bisnisnya kebanyakan di offline (mis.jual bakso) .. men, gimana sih ini ICO ini DIGITAL MONEY LHO. ini istilahnya Anda sedang lari tapi tidak pernah berjalan.
  4. Ga becus ngurus bisnisnya sendiri atau bisnis aslinya ga jalan. buat boongan aja
  5. Mungkin ada alasan “website kami kan bukan ke retail.. kami B2B..jadi ranking Googlenya jelek! nama bisnis saya bahasa inggris jadi tidak muncul di Google” .. ini alasan ngeles semua. Meskipun B2B kalau websitenya dimaintain benar, ranking Googlenya harusnya muncul di page 1 atau 2. Coba saja Googling “Dreambox” (bahasa inggris!) atau “dreambox branding consultant” bisnis B2B dreambox ini salah satu partner saya di branding.
  6. Hindari ICO kalau Anda menemukan nama companynya tidak ditemukan di halaman Google halaman pertama! (organic). kalau ada adsnya tapi organic (bukan Ads) nya tidak ada, lebih waspada !Berikut ini apa yang saya temukan saat Googling evoucher. Perusahaan dari Danny Baskara (CEO Vexanium.com yang sudah ICO)

Berikut ini apa yang saya temukan saat Googling Touchten. Perusahaan dari Anton Soeharyo (Playgame)

investasi crypto

Buka linkedin foundernya, lihat siapa yang endorse linkedinnya

Tahukah Anda Technology Venture Capital kalau di tahap seed lebih mementingkan profil founder ketimbang idenya ? karena kalau foundernya tepat (experienced, right passion, right skill) idenya bisa dipivot. Kalau foundernya salah … ya duitnya habis dan closed. (loh kan Mark Zukengberg masih kuliah waktu bikin FB ? .. ya itung aja deh berapa banyak sih founder Indonesia yang sukses waktu kuliah .. itu pun terkonsentrasi di ITB, Binus, UI ).

Beberapa ICO belakangan terlihat foundernya cuma mencantumkan 1 pengalaman kerja, ya hanya di perusahaan yang di ICO kan itu. Gila gak ?? iya. Lebih gila lagi ada yang mau beli ICOnya.

Yang harus Anda lihat, seperti ini :

Ini adalah beberapa orang yang mengendorse skill saya di linkedin. Siapa kah mereka ?

 

Cek lagi, mereka ini akun tuyul bukan …

Dimas & Natali CFO dan CTO Tiket.com (pernah dengar tiket.com ?)

Joseph Aditya (Ralali.com salah satu startup ecommerce yg diinvest besar)

Kevin … Bridestory.com Founder

Chris Franke (Founder Kata.AI, sekarang balik Jerman ngerjain Blockchain AI)


Jika tidak ada yang endorse atau tidak ada pengalaman kerja… ya hindarilah

Masih banyak faktor lainnya… seperti apakah dana hardcapnya masuk akal untuk membangun bisnis yang disebut di whitepaper ? nah ini susah buat awam untuk mengukur karena butuh pengalaman. Kapan-kapan akan saya bahas.

Thanks!

 

Rhein

 

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *