Campaign Email Marketing Terbaik – 7 Prinsip Terbukti untuk para Brand Ecommerce

belajar email marketing

Brand Ecommerce anda harus mempunyai campaign-campaign email marketing terbaik, itu faktanya. Untuk mengatakan bahwa email marketing adalah senjata rahasia untuk memimpin pasar akan menjadi salah paham.

Setelah semuanya, benefit dari membangun mailing list Anda adalah sebuah rahasia pada saat ini untuk para brand ecommerce.

Baca Juga : Berbagai Macam Survey Berikut ini Menunjukkan Effort Apa yang Terpenting Bagi Digital Marketing UKM

Berpikir mengenai ini. Konsep dari mendorong opt-ins untuk mengembangkan penjualan bukanlah hal yang baru. Meskipun gerumuhan dari kritik pada email di masa depan, sekitar 82% dari perusahaan B2B dan B2C sedang menjalankan campaign mereka sendiri.

Dalam kata lain, email marketing disini hadir untuk menetap.

Dari nilai tata cara konten dan lead magnet menawarkan peluang opt-in itu adalah duri dari sisi samping kebanyakan marketer. Faktanya, hanya 1/3 dari marketer mengklaim ROI yang “sangat sukses” melalui email automation meskipun ini menjanjikan.

Apa yang diberikan? Sementar banyak potensi penghargaan untuk dituai melalui email marketing, namun juga banyak perangkap.

Sejujurnya : kerja keras termasuk dengan campaign email yang sukses bukanlah cemoohan yang berarti.

Untuk pemula, Anda perlu mengenal penonton Anda dan mengerti tipe pesan apa yang mereka ingin lihat.

Dan email anda tidak boleh terlihat umum, gunakan email yang halus atau blak-blakan sekaligus.

Satu hal lagi: anda harus menulis salinan yang menarik untuk menjaga hubungan pembaca yang cukup untuk membuka, membaca, dan mengklik melalui pesan Anda dibanding para pesaing.

Dan seterusnya.

 

Melelahkan bukan?

Belum juga meskipun jutaan bagian dari email bergerak, penghargaan dari strategic campaign terlalu bagus untuk diacuhkan.

Dengarkan: jika anda adalah brand ecommerce yang sedang tidur pada email marketing dengan alasan apapun, inilah waktunya bangun.

Mengapa Anda Tidak Mampu untuk Tidur Pada Email Marketing Lagi

Mungkin Anda belum benar – benar memberikan sumber daya yang cukup pada email.

Mungkin strategi Anda hanya belum sampai disitu saja.

Sementara, angka – angka tidak berbohong dalam anggapan sebagaimana penting list Anda terhadap bottom line Anda. Meskipun perjuangan dari banyak brand, email secara konsisten mempunyai ROI tertinggi dari semua platform marketing dengan sekitar $38 pendapatan untuk setiap $1 pengeluaran.

Ada beberapa pemikiran : sebuah opt-in list yang mempunyai hubungan adalah salah satu dari hal yang paling berharga dari marketing modern.

Mengapa demikian? Ingatlah : para opt-in merepresentasikan prospek terbaik Anda yaitu orang-orang yang benar-benar ingin mendengar dari Anda. Dibandingkan traffic organic hangat yang hanya tersangkut di situs Anda dan tidak melakukan aksi apa-apa. Mirip dengan itu, Anda bisa menjual pada list yang Anda miliki berulang kali jika memang pesan Anda berarti untuk para pembaca.

Bisnis yang berulang adalah roti dan mentega dari ecommerce dan meail bukanlah sebuah rahasia spesial untuk membuat penjualan menjadi realitas.

Jadi, Seperti Apa Campaign Email Marketing Yang Terbaik?

bersyukurlah, beberapa brand ecommerce telah menguasai seni dari memberikan pembaca mereka persis apa yang mereka mau.

Mengapa tidak mengambil waktu untuk belajar dari yang terbaik?

Lupakan seberapa besar atau kecil list Anda. Jangan khawatir dengan apa yang Anda jual. Setiap kombinasi dari prinsip-prinsip dapat di aplikasikan pada tiap industri ecommerce tanpa gagal.

1. Jangan Mengirimkan Satupun Pesan Sampai Anda Menetapkan Tujuan
  1. Tidak semua pesan marketing tercipta secara sama. Juga tidak ada pendekatan yang one-size-fits-all untuk campaign email yang sukses

Campaign email marketing yang terbaik berakar dalam strategi berdasarkan penetapan tujuan yang spesifik, tidak dari menebak-nebak permainan.

Kabar baik? Anda mempunyai kebebasan penuh untuk memilih tujuan brand Anda.

Kabar buruk? Anda tidak bisa hanya bermain mencontek dan melakukan apa yang semua orang lakukan: Anda harus menggunakan strategi Anda sendiri dan mengeksekusinya.

Sampai Anda menetapkan tujuan Anda dalam hal tipe pesan apa yang Anda ingin kirim dan patokan yang Anda ingin capai (pikirkan: engagement, click-throughs, pendapatan), Anda masih terbang secara buta.

Tanya pada diri Anda: apa tujuan utama Anda dalam hal pesan marketing Anda? Sebagai contoh:

  • Apakah anda mau mengedukasi list Anda dan menggunakan pesan untuk memposisikan diri Anda sebagai influencer?
  • Apakah Anda mau menawarkan konten eksklusif dan sesekali tawaran promosi untuk memberikan nilai lebih pada list Anda?
  • Apakah Anda mau menggunakan email Anda semurni alat promosi untuk tawaran dan peluncuran-peluncuran Anda.

Yang manapun dari beberapa tujuan ini adalah permainan yang adil untuk brand-brand ecommerce. Dalam faktanya, beberapa brand akan paling cocok menggunakan kombinasi dari tactic yang disebut di atas untuk berhubungan dengan list mereka.

Sebagai contoh, lihatlah email dari Coastal. Pesannya sederhana, licin dan tajam mengenai para pembaca, tidak semuanya tentang jualan :

Pada sisi lain, lihatlah salah satu dari pesan blak-blakan  yang Coastal tawarkan:

Lagi-lagi, Anda harus mempunyai gambaran yang jelas dari apa yang Anda ingin capai melalui campaign Anda. Memberikan email tersebut pasti membutuhkan uang dan komitmen waktu, Anda butuh memastikan bahwa setiap pesan yang Anda keluarkan itu berarti.

2. Berikan Perhatian Khusus Dengan Bagaimana Anda Memberikan Tawaran Anda

Jika Anda beroperasi dalam bisnis ecommerce, pembaca Anda mengetahui bahwa Anda akan menjual produk mereka. Menawarkan, bahasa tawaran dan penjualan menjadi tidak terelakan: tidak perlu untuk menyembunyikan mereka.

Itu menjadi sedih, Anda harus berjuang untuk menjadi taktis pada saat itu tiba untuk bagaimana Anda mempersembahkan tawaran-tawaran pada list Anda. Sementara Anda tidak ingin untuk datang seperti salesman pada umumnya, Anda juga tidak ingin melewatkan potensi dari konversi karena pesan marketing Anda yang terlalu memalukan.

Solusinya? Pilih kata-kata Anda secara hati-hati dan pesan dari tawaran Anda harus terstruktur. Campaign email marketing terbaik mengerti di mana harus menggambar garis dalam hal untuk menjadi jangan terlalu berpromosi.

Bagaimana jadinya?

  • Calls-to-action yang jelas: pastikan bahwa Anda membuat dimana Anda menginginkan pembaca Anda untuk mengklik secara jelas (pikirkan: mudah dibaca, terletak di depan dan di tengah, gunakan warna dan font yang tegas)
  • Undang, jangan dorong: perlakukan pesan Anda seperti invitasi eksklusif daripada seperti penawaran penjualan. Dalam kata lain, jangan paksa pembaca Anda dengan “Hey, belilah barang saya!” (lihat contoh Warby Parker diatas, dengan subject line: “These frames scream ‘you'”)
  • Persembahkan tawaran Anda secara eksklusif: gagasan dari eksklusivitas membuat list Anda terlihat lebih bernilai

H&M secara konsisten mengulang ketiga dari kotak-kotak ini dengan campaign email mereka:

Tegas, blak-blakan dan tidak mungkin untuk salah: CTA utama dalam aksi.

Tawarkan atau jika tidak, semua email Anda harus memberikan pembaca Anda untuk melakukan sesuatu, walaupun harus mengklik link, cek toko anda ataupun memberikan “Reply”.

3. Tetapkan Secara Jelas Ekspektasi Dari List Anda

Ada 2 set yang berbeda mengenai ekspektasi yang perlu Anda buat untuk membuat semua kepada list Anda dari waktu mereka opt-in dan mulai menerima pesan:

  1. Tipe seperti apa yang akan mereka dapatkan dari email Anda (pikirkan: tawaran, konten, dll)
  2. Jaminan bahwa Anda tidak akan melakukan spam kepada mereka (dan bagai mana mereka bisa opt-out jika diperlukan)

Mari mulai dengan point pertama. Meskipun kebanyakan, tidak ada salahnya dengan meluncurkan campaign email yang sepenuhnya promosi. Pada faktanya, beberapa campaign email marketing terbaik hanya memberikan penawaran-penawaran.

TOMS adalah contoh utama dari perusahaan yang mendorong tinggi volume dari penawaran email, juga mereka melakukan pendekatan yang gurih:

Itu menjadi sedih, mereka juga jelas mengenai apa yang di ekspektasikan melalui bentuk opt-in mereka:

Tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk mengirim penawaran sejauh Anda telah menguraikan ekspektasi untuk melakukannya.

Sekarang secara singkat kita bahas point kedua:

Tak seorangpun menginginkan mendapatkan spam sampai mati, ataupun mereka mau untuk menerima pesan “gotcha” yang menipu mereka untuk mengklik. Tidak hanya seperti tactik murahan: mereka juga ilegal. Kegagalan untuk memenuhi dengan pedoman legal seperti menyediakan sebuat pilihan opt-out bisa berpotensi membunuh campaign Anda sebelum itu dimulai.

Sementara Anda mengurusi bagaimana menjadi kreatif pada email Anda, taktik sembunyi-sembunyi dan pelanggaran spam bukanlah hal yang senilai untuk diambil resikonya.

4. Menjadi Konsisten

Jika Anda menjajikan konten segar pada list, Anda perlu mengirim konten yang segar.

Jika Anda menjajikan penawaran, Anda perlu mengirimkan penawaran.

Tidak perduli pada apa yang di ekspektasikan pembaca, Anda perlu menyesuaikan ekspektasi yang di atas.

Setiap brand menginginkan untuk berjanji secara konsisten, tapi melakukan itu pada praktiknya lebih mudah berkata dari pada dilakukan.

Mengirim pesan yang konsisten mungkin adalah aspek dari email marketing yang termudah untuk menajamkannya.

Pada sisi lain, ini menggoda untuk ingin mengirimkan banyak penwaran sebanyak mungkin untuk mendapatkan beberapa daya tarik. Tapi itu mau tak akan mengganggu pembaca Anda. Pada sisi lain, gagak untuk memasukan cukup konten bisa menyebabkan pembaca Anda tertidur pada penawaran Anda.

Campaign email marketing terbaik tidak pernah melewatkan satupun beat ketika berbicara mengenai penyampaian yang konsisten. Tetapi apa yang dianggap “optimal” dalam hal volume?

Jumlah ideal pada macam-macam pesan dari industri ke industri; namun, jangan lupa bahwa email bisa datang dengan price tag yang dependen pada ukuran dari list Anda.

Berikut beberapa dorongan, pikirkan: belajar mencatat bahwa perusahaan yang mengirimkan dua email per bulan punya open rates tertinggi. Sementara name-brands dengan lebih banyak modal mempunyai budget untuk mengirim lebih banyak pesan, statistik ini menandakan kabar baik untuk ecommerce yang lebih kecil seperti start-ups yang mungkin akan mengetatkan benang-tas mereka.

Tapi bagaimana tentang pesan yang tidak offer-based? Bagaimana jika Anda tidak secara konsisten menggulirkan penawaran?

Jangan takut. Jika anda kekurangan ide, Anda akan selalu mempunyai pilihan untuk mempromosikan bagian bintang dari konten (pikirkan: sepanjang dari list atau video baru). Sama halnya, Anda juga bisa menggunakan email untuk memancing pikiran pembaca Anda dan memasang mereka sebuah pertanyaan untuk mendorong ikatan.

Sebagai contohnya, berita oVertone secara konsisten berupa promosi produk, tetapi kadang juga memberikan konten segar:

Jika Anda mempunyai penawaran dan konten, Anda tidak perlu tergila-gila mengenai konsistensi. Yang Anda perlukan adalah intuisi dari kreativitas sepanjang waktu dan budget untuk bisa mengirimkan pesan Anda seperti biasanya.

5. Pesan Anda Hanyalah Sebaik Subject Lines Mereka

Berbicara soal kreativitas, mari bicara mengenai satu elemen yang bisa secara ampuh membuat atau mematahkan campaign email marketing terbaik pada permukaannya.

Subject Lines.

Tubuh dari email marketing Anda bisa jadi tak bersalah; namun, ini berarti sangat sedikit jika tak seorangpun membukanya. Selain itu, mempunyai opt-in para pembaca tidaklah cukup untuk mendorong, terutama mengingat rata-rata open rate email B2B disekitar 20%.

Untuk mengutip David Ogilvy yang hebat, tidak ada satu halpun seperti headline yang sesuai untuk menarik pembaca masuk:

“Pada rata-rata, 5 kali lipat sebanyak orang membaca headline sama seperti membaca isiannya. Ketika Anda telah menulis Headline, Anda harus membayar 80 cents dari dollar Anda.

Ketika Ogilvy sedang mengacu pada dunia percetakan dan email langsung, lingakaran yang sama terjadi di dunia digital.

Jadi apa yang membuat “bagus” subject line? Meskipun  jawaban untuk pertanyaan seperti itu sangat subjektif, campaign email marketing terbaik punya satu hal yang sama: mereka bisa mendapatkan orang-orang untuk membuka email mereka.

 

email

Prinsip-prinsip headline berikut sudah dikerjakan waktu-kewaktu oleh campaign email marketing tebaik untuk mendorong bukaan:

  • Singkat, manis dan langsung pada intinya: dengan jarak subject line yang ideal sekitar 50 karakter, Anda akan hemat dengan kata-kata Anda (“Bagaimana kita dapat membantu?”)
  • Berhentikan mereka dalam pencarian mereka: subject lines yang mencantumkan pertanyaan atau mengandung statement tegas (“Jangan buka email ini”) memberikan pembaca Anda jadi tidak punya pilihan tetapi berhenti, lihat, dan buka
  • Personalisasi jika memungkinkan: pembaca senang mendengar nama mereka sendiri, seperti memasukan nama dari daftar penerima Anda pada subject line dari email adalah senjata ampuh untuk meningkatkan ikatan (sampai dengan 74% mengacu pada eConsultancy)

Anda tidak perlu menjadi ahli dalam berkata-kata atau menjadi seorang copywriter untuk membuat subject line yang kuat. Prinsip-prinsip ini sudah lebih dari cukup untuk menyetir anda pada arah yang benar.

6. Masukan Beberapa Aspek Personalisasi Pada Pesan Anda

Sebagai catatan, personalisasi adalah faktor besar dalam ikatan email.

Belum lagi ada banyak personalisasi daripada menyebutkan nama pembaca Anda setiap saat.

Setiap orang mendapatkan lebih dari 100 email per hari pada rata-rata.

Tentu saja, banyak dari mereka adalah spa; namun, banyak juga dari pesan tersebut didapatkan karena pengirimnya menggunakan robot dibandingkan orang asli.

Dalam responnya, jangan takut untuk memberikan suara pada pesan Anda. Perlihatkan personalitas Anda dalam rangka untuk membuat koneksi dengan list Anda.

Contohnya, lihatlah cart email yang ditinggalkan dari Black Milk yang mana mengkombinasikan subject line dengan humor:

Pembaca Anda adalah manusia, jadi perlakukan mereka dengan demikian. Berikan beberapa lelucon. Ceritakan satu atau dua kisah. Biarkan mereka tau bahwa Anda adalah manusia.

7. Kurangi Lagi Saat Membahas Desain

Setelah menyaring melalui ratusan pesan dari campaign email marketing terbaik, ditemukan pada kebanyakan topik dalam desain: “less is more.” (Sedikit lebih bagus).

Style yang minimal adalah landasan dari banyak campaign email ecommerce.

Berfokus pada hal sederhana, gambaran yang blak-blakan menjaga pembaca pandangan pembaca Anda dari terlalu banyak mengembara. Sebagai contoh, pembaca akan lebih bisa menangkap CTA Anda ketika mereka tidak tembombardir dengan banyak sekali gambar.

Lihatlah contoh yang mudah tapi belum canggih dari Warby Parker:

Ada peringatan yang diandalkan pada gambar. Contohnya, gambar perlu di optimisasikan untuk mengakomodasi mobile devices untuk mencegah loading pesan yang lambat. Juga, mengingat ini juga mungkin bahwa pembaca Anda punya setting mematikan gambar, yang mana akan memberikan kabar buruk untuk yang hanya menggunakan gambar dalam campaign.

Desain tidak hanya mengenai gambaran. Beberapa waktu juga campaign email marketing terbaik lebih memilih pendekatan menggunakan text, terutama ketika pesan ditulis secara tajam, gaya respon langsung. Lihat contoh dari Canva:

Pesan ini menyebar pada semua sudut dari email yang kuat tanpa mengandalkan gambar, termasuk subject line yang menarik mata, isi yang terbaca dan CTA yang jelas.

Mendesain email Anda lebih menakutkan ketika Anda berfokus pada pesan Anda dibandingkan mencoba dengan keras untuk membuat para pembaca Anda terkagum. Saat dalam keraguan, adopsilah pandangan “less is more” dan jaga pesan Anda tetap sederhana.

Apa Yang Biasa Dimiliki Campaign Email Marketing Terbaik

Apakah Anda menjual high-end fashion ataupun software untuk bisnis kecil, konten topik diantara campaign email marketing terbaik harus jelas:

  • Pesan yang menekankan nilai juga secara bersamaan bertemu dengan ekspektasi pembaca
  • Konten yang konsisten secara jelas, ringkas dan langsung pada intinya
  • Presentasi, gaya dan nada yang menarik perhatian dari penonton dan mendorong mereka untuk membuka, membaca, dan melakukan sesuatu.

Tidak perlu diragukan bahwa email amrketing bisa menjadi sulit untuk dipelajari, terutama dalam lingkup ecommerce yang padat. Belum lagi dengan masalah ROI yang belum cocok dan potensi untuk menciptakan customer yang berulang, brand ecommerce yang modern berekspektasi untuk tidak hanya memelihara list mereka tetapi juga untuk melakukannya secara konsisten dan kreatif.

Apa yang Anda pikirkan ini adalah rintangan yang terbesar yang dihadapi modern marketers saat berbicara mengenai email? Apakah ada brand ecommerce manapun yang Anda pikirkan bisa mendapatkan ini dalam hal email marketing? Kita senang mendengar pandangan Anda, jadi biarkan kami tau pandangan Anda pada comment dibawah ini.

 

Baju Juga Informasi Email Marketing Lainnya

 

Belajar Email Marketing: Bagaimana Cara Membuat Orang Membuka Email Kita dan Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mengirim Email – Prinsip dan Studi Kasus Open Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *