Belajar SEO : 10 Gambaran tentang Bagaimana Fresh Content bisa Memengaruhi Peringkat / Ranking Website Anda di Google

Pada 2003, insinyur di Google mengajukan hak paten yang mengguncang dunia SEO. Paten tersebut bernama Document Scoring Based On Document Content Update (Penilaian Dokumen berdasarkan Konten Terbaru), paten tersebut tidak hanya menawarkan terobosan baru pada mesin pencari terbesar di dunia itu, tapi juga memberikan arah baru bagi Google dalam mengambil langkah di tahun-tahun mendatang.

Dalam sejarah 10 paten terpenting sepanjang waktunya, Bill Slawski menunjukkan bagaimana paten tersebut melahirkan banyak inovasi-inovasi lainnya. Inovasi-inovasi yang berkembang, dekat dengan modifikasi padabagian tertentu – yang baru-baru ini ditemukan pada Oktober 2011. Banyak perubahan algoritmik yang kita lihat sekarang, sesungguhnya hanyalah pembaruan dari ide-ide yang sudah ada di tahun-tahun sebelumnya oleh para pekerja Google.

Salah satu pembaruan tersebut adalah Google’s Freshness Update, yang menempatkan perhatian besar pada konten situs yang update dan fresh. Cara Google menentukan kesegaran/kebaruan konten suatu situs secara brilian ditemukan oleh Justin Brigss dalam analisisnya mengenai paten asli Google. Justin layak mendapatkan banyak sorotan, karena berhasil membawa analisis ini terkenal.

Meskipun konsep Freshness Update baru mendapat perhatian akhir-akhir ini, sebenarnya Google telah menilai konten berdasarkan kebaruannya selama bertahun-tahun.

Cara Google Menilai Kebaruan / Kesegaran Suatu Konten

Amit Singhal dari Google Fellow, mengatakan: “Different searches have different freshness needs.”

Maksudnya adalah, Google akan mengecek semua dokumen Anda untuk mengetahui tingkat kebaruan dokumen tersebut, dan menilai tiap halamannya sesuai dengan tipe pencarian. Namun, jika ada kata kunci yang membutuhkan konten terbaru, Google tetap akan menggunakan konten lama yang ada untuk memenuhinya.

Singhal menggambarkan jenis kata kunci yang membutuhkan konten-konten terbaru dan terupdate:

Peristiwa terbaru atau topik yang sedang hangat , contoh: “Demontrasi di Oakland”, “Hasil pertandingan NBA”

Event-event yang sering dibahas , contoh : “Siapa yang menang di kompetisi Dancing With The Starts”, “Laba yang diperoleh Exxon”

Hal-hal yang terus berubah dan berkembang, contoh : “Kamera SLR terbaik”, “Ulasan Terbaru mengenai Subaru’

Paten Google ini menawarkan pandangan baru yang luar biasa tentang bagaimana konten sebuah situs bisa diniliai/dievaluasi berdasarkan tingkat kebaruan/update. Dan, konten tersebut bisa dinilai peringkatnya.

Pahami juga jika ini bukanlah suatu hal yang sulit, melainkan ide baru yang berkontribusi dalam dunia SEO, yang didapat dari pengalaman dan uji coba bertahun-tahun. Jadi, siapkan saja diri Anda untuk merasakan bagaimana hal ini bekerja dan cara menghadapinya dengan langkah-langkah di bawah ini.

1. Kebaruan/Kesegaran Konten didasarkan pada Tanggal 

Sebuah situs diberi nilai ‘kebaruan’ atau freshness score berdasarkan tanggal awal dipublikasikannya konten tersebut (inception date), yang berganti dari waktu ke waktu. Penilaian kebaruan ini dapat meningkatkan pencarian terhadap sebuah konten untuk kata kunci tertentu, walaupun usia konten sudah tua.

Tanggal awal ini menjadi perhatian ketika Google pertama kali menaruh fokus pada dokumen, seperti ketika Googlebot pertama kali mengindeksi dokumen atau menemukan tautan ke sana.

belajar content marketing dan SEO
“Untuk beberapa kata kunci, konten lama mungkin lebih menguntungkan daripada yang baru. Maka itu, penting untuk menilai konten berdasarkan usianya.”

2. Seberapa Besar Perubahan yang dilakukan pada Dokumen, Mempengaruhi tingkat Kebaruan/Kesegaran

Usia halaman situs atau domain bukanlah satu-satunya freshness faktor. Mesin pencari dapat menilai antara konten yang diperbarui dan yang tidak berubah. Dalam hal ini, jumlah pembaruan pada halaman situs Anda bisa berpengaruh.

Misalnya, perubahan/pembaruan dari satu kalimat tidak akan memiliki dampak besar terhadap efek freshness dibanding perubahan pada main body text.

belajar SEO
“Juga, sebuah konten yang memiliki pembaruan/update cukup besar akan mendapat skor yang berbeda dengan konten yang hanya diperbarui sedikit saja.”

3. Seberapa Sering Dokumen Diubah/Diperbarui, akan berpengaruh pada tingkat Kebaruan/Kesegaran

Konten yang berubah lebih sering mendapat nilai yang berbeda dari konten yang hanya berubah tiap beberapa tahun. Dalam hal ini, contohnya laman utama situs New York Times, yang memiliki update/pembaruan tiap harinya, akan memiliki tingkat perubahan yang tinggi.

belajar content marketing
“Sebagai contoh, sebuah konten yang isinya sering diperbarui, akan mendapat nilai yang berbeda dibanding konten yang statis; yang tidak diperbarui sama sekali dari waktu ke waktu.”

 

4. Kesegaran/Kebaruan Konten dipengaruhi oleh Kreasi Laman Baru

Dibanding merevisi laman pribadi, situs lebih sering menambahkan halaman yang baru dari waktu ke waktu. Ini adalah kasus yang sering ditemui pada banyak blog. Situs yang menambahkan halaman/konten baru akan mendapat penilaian tingkat kesegaran/kebaruan yang lebih dibanding situs yang jarang menambahkan kontennya.

Beberapa SEO menyarankan Anda untuk menambahkan 20-30 persen halaman/konten baru ke situs Anda setiap tahun. Maka itu, Anda bisa menyiapkan konten yang segar dan relevan, tanpa harus mengabaikan konten lama.

“Tidak hanya jumlah halaman/konten baru yang dupublikasikan dalam jangka waktu tertentu yang menjadi penilaian, tapi juga jumlah halaman/konten yang memiliki tingkat keunikan tersendiri, bisa menjadi pertimbangan.”5. Beri Perhatian Lebih terhadap Konten-konten Penting

Perubahan yang dilakukan pada laman dokumen yang ‘penting’ akan berdampak pada tingkat kesegaran/kebaruan dibanding membuat perubahan/pengeditan pada konten yang kurang penting. Konten yang kurang penting antara lain seperti navigasi dan konten. Konten penting umumnya adalah konten yang berada dalam main body text.

“Konten yang tidak penting untuk diperbarui/diubah, antara lain adalah Javascript, komentar, iklan, elemen navigasi, label tanggal/waktu. Konten tersebut tidak perlu diberikan porsi perhatian yang lebih, atau bisa, diabaikan saja.”
“Konten yang tidak penting untuk diperbarui/diubah, antara lain adalah Javascript, komentar, iklan, elemen navigasi, label tanggal/waktu. Konten tersebut tidak perlu diberikan porsi perhatian yang lebih, atau bisa, diabaikan saja.”

6. Tingkat Pertumbuhan atas Tautan Baru Berpengaruh terhadap Tingkat Kebaruan/Kesegaran

Jika sebuah situs terlihat meningkat dari segi link/tautannya, ini berarti, tautan konten yang ada memiliki relevansi dengan mesin pencari. Misalnya, jika ada orang yang mulai sering membuka situs Anda karena Anda dikabari akan segera menikah, situs Anda bisa dinilai relevan dan baru.

Namun, kerap kali juga terjadi peningkatan yang tidak biasa, seperti spam atau membuat tautan manipulatif. Hati-hati, karena mesin pencari akan mengurangi nilai freshness untuk perilaku seperti itu.

 

7. Sejumlah Tautan dari Situs yang Update akan Berdampak Baik pada Nilai Kesegaran/Kebaruan

Tautan dari situs yang memiliki update tinggi akan meningkatkan nilai kebaruan/kesegaran untuk situs mereka sendiri.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki tautan yang sudah berusia tua, dan belum diperbarui dalam beberapa tahun terakhir, keadaan ini tidak akan mebuat situs Anda mempunyai tingkat kebaruan/kesegaran yang baik dibanding tautan dari laman terbaru.

“Konten ‘s’ bisa dianggap memiliki isi yang baru/segar jika ‘n’ persen yang bertaut ke konten tersebut juga memiliki tingkat pertumbuhan yang baik.”

 

8. Perubahan pada Anchor Text akan Mengurangi Nilai sebuah Tautan

Jika sebuah situs kerap kali berubah dari waktu ke waktu, pastinya diperlukan tiap anchor text baru untuk tiap laman yang berubah.

Contohnya, jika Anda membeli domain mengenai mobil, lalu mengubah format kontennya menjadi tentang kue, perlahan-lahan, anchor text yang ada bisa beralih dari mobil ke kue.

Dalam hal ini, Google akan mendeteksi jika situs Anda telah berubah begitu drastis dan anchor text yang lama tidak lagi relevan, lalu memberi nilai terhadap tautan Anda dengan rendah.

“Tanggal dari perubahan dokumen yang ditunjukkan oleh tautan bisa menjadi indicator yang baik dalam menilai kebaruan/kesegaran suatu anchor text.”

9. Perilaku Pengguna Menunjukkan Tingkat Kebaruan/Kesegaran

Bagaimana ketika konten Anda yang bagus, akhirnya kadaluarsa dan out of date? Seperti contoh, situs Anda menampilkan jadwal bus lokal untuk tahun 2009. Sebagai konten yang sudah kadaluarsa dan ketinggalan zaman, orang-orang/pengguna juga akan menghabiskan sedikit waktu dengan situs Anda. Mereka akan cepat-cepat menekan tombol ‘back’ dan kembali ke hasil pencarian Goggle, lalu memilih situs lain.

Google pun memperhatikan perilaku pengguna semacam ini untuk memberi nilai terhadap konten Anda.

belajar content marketing
“Seberapa lama pengguna menghabiskan waktu pada suatu konten, kembali ke konten dengan kata kunci yang sama atau tidak, ini menjaid salah satu faktor penilaian apakah konten yang ada masih baru atau sudah basi.”

10. Beberapa Dokumen Tua masih Unggul untuk Beberapa Kata Kunci

Google memahami hasil terbaru tidak selalu menjadi yang terbaik. Contohnya pada pencarian kata kunci terhadap ‘Magna Charta’. Suatu hal yang tua mungkin menjadi yang terbaik di sini. Dalam hal ini maksudnya, sebuah dokumen yang berusia sama dengan kata kunci yang ingin di cari, membantu nilai/skor Anda di Google.

Google jelas menyarankan agar memasukkan persyaratan nilai kesegaran/kebaruan dengan mempertimbangkan kata kunci yang dicari, serta usia dokumen yang sesuai dengan kata kunci tersebut.

search engine optimization
“Untuk beberapa kata kunci tertentu, dokumen yang usianya sudah cukup tua lebih menguntungkan daripada dokumen terbaru yang ada. Maka itu, penilaian terhadap suatu konten juga mempertimbangkan hubungan kata kunci yang dicari dengan usia konten.”

Simpulan

Tujuan dari mesin pencari adalah menyediakan hasil yang paling relevan dengan apa yang dicari pengguna. Dan, dalam melakukan hal itu, mesin pencari membutuhkan penilaian yang jujur dari tiap konten yang ada. Maka, menjadi pertanyaan bagi Anda, dimana bagian situs Anda yang memberikan kontribusi terhadap hal ini?

Konten lama yang ada jika hanya berguna untuk menghasilkan tampilan halaman, dan tidak berdampak apapun, hanya akan memberikan nilai buruk bagi situs. Sementara itu, konten yang terus-menerus bisa memberi jawaban terhadap kata kunci yang diminta pengguna, akan mendapat nilai tersendiri untuk selamanya.

Jadilah penyedia untuk konten-konten yang segar. Relevan. Dan yang terpenting, bermanfaat.

 

Baca Juga :

Cara membuat iklan : copywriting untuk Facebook Ads Toko Online

Bagaimana cara menjadi reseller dropshipping market lokal Indonesia

Daftar toko online yang menerima reseller dropship untuk market Indonesia

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *