Bagaimana Menaikkan Omzet Toko Online dengan Mengetahui Buying Intention dari Suatu Keyword

Semua bisnis online membutuhkan traffic. Salah satu sumber traffic penting adalah search engine, untuk mendapatkan traffic dari search engine, Anda perlu pengetahuan tentang pemilihan keyword yang benar. Dikenal ada dua jenis keyword, yaitu keyword yang customer gunakan untuk memperoleh informasi (browse intention), dan yang kedua adalah keyword yang customer gunakan untuk membeli sesuatu (buying intention).

Bila Anda berada di bidang hosting dan market Anda berbahasa Inggris (luar Indonesia) misalnya, berikut contoh commercial intent keywords yang umum digunakan:

Kedua keyword tersebut memiliki arti yang berbeda. Keyword “what is web hosting” digunakan oleh customer untuk mencari tahu informasi (browsing intention) mengenai apa yang dimaksud dengan web hosting. Sementara, keyword “best web hosting” adalah commercial intent keyword yang customer gunakan untuk mencari jasa penyedia web hosting yang bagus, dan tujuan mereka adalah untuk membelinya karena itu yang sedang mereka butuhkan.

Commercial intent keywords yang lain misalnya “hosting reviews”, “hosting discount”, atau “hosting coupon”. Customer menggunakan keyword ini ketika mereka sudah siap untuk membeli dan mereka sedang melihat-lihat atau membanding-bandingkan provider hosting yang paling cocok untuk mereka.

Contoh untuk market Indonesia adalah, mengandung kata “jual”, “beli”, “harga”, “spesifikasi”, “murah”, “diskon” dan sebagainya.

Jika Anda adalah sebuah brand, Anda bisa gunakan Google suggestions untuk melihat commercial intent keywords apa yang biasanya dicari oleh customer.

Dengan Google suggestions, Anda bisa melihat keyword apa yang paling banyak digunakan orang untuk browsing tentang sebuah brand. Contohnya disini adalah Zendesk. Anda bisa melihat orang banyak mencari tentang Zendesk dalam keyword “Zendesk”, “Zendesk login”, “Zendesk support”, dan “Zendesk alternative”. Keyword “Zendesk” biasanya orang gunakan untuk mencari tahu tentang apa itu Zendesk, keyword “Zendesk pricing” biasanya digunakan saat ia sudah tertarik dengan brand tersebut dan ingin membelinya sehingga ia ingin tahu berapa harga Zendesk.

Itu adalah beberapa keyword yang di-suggest oleh Google. Bila Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai keyword yang Anda cari, Anda dapat mengcopy keyword tersebut, lalu gunakan beberapa tools untuk memeriksa keyword tersebut.

1. Google Keyword Planner

Klik “keyword planner” pada panel Tools.

Lalu pilih “Search for new keywords”.

Lalu masukkan beberapa keyword yang ingin Anda periksa, misalnya mengenai hosting.

Anda dapat memfilter target market Anda, lalu klik Get ideas.

Pilih Keyword ideas, bukan Ad group ideas.

Anda akan mendapatkan beberapa keyword yang berhubungan atau mendekati keyword yang Anda masukkan.

Untuk melihat commercial intent pada keyword yang Anda masukkan, fokuskan penglihatan Anda pada panel “Competition”. Competition keyword yang commercial intent seharusnya berada pada posisi “High”, karena Competition merujuk pada jumlah biding visitor. Maka dengan jumlah biding yang tinggi, commercial intent pada keyword tersebut juga semakin tinggi.

Suggested bid menunjukkan seberapa besar biaya bid customer. Jadi, bisa saja Competition keyword Anda tinggi, namun suggested bid rendah. Suggested bid menunjukkan seberapa bernilainya keyword yang Anda masukkan.

Sementara itu, Anda bisa lihat keyword “free wordpress hosting” memiliki competition yang medium dengan suggested bid yang juga rendah karena orang yang mencari “free wordpress hosting” tentunya tidak sebanyak orang yang mencari “wordpress hosting”.

Competition score dapat Anda lihat dengan memasukkan kembali keyword “wordpress hosting” ke Google search dan lihat berapa banyak iklan yang ada dalam halaman tersebut.

adi, dapat disimpulkan bahwa keyword “wordpress hosting” memiliki commercial intent yang cukup tinggi dengan banyaknya iklan yang terdapat di halaman depan dan sidebar Google search.

2. Bing Ads

Anda dapat menggunakan tools research keyword yang disediakan oleh Bing Ads dengan mendaftar gratis pada website Bing Ads.

Pilih Reasearch Keywords pada panel Tools.

Masukkan keyword yang ingin Anda periksa, lalu klik Search.

Anda bisa lihat pada hasil research keyword Anda, bahwa Bing Ads tidak memiliki panel Competition.

Yang dimiliki Bing Ads adalah Average Cost Per Click (Avg. CPC) yang mirip dengan Suggested Bid pada Google Keyword Planner.

Sama halnya dengan yang Anda lakukan sebelumnya, Anda harus me-recheck keyword Anda pada Bing search.

Anda bisa melihat beberapa iklan yang ada di halaman Bing search, walaupun tidak ada panel Competition pada Bing Research Keywords sebelumnya. Maka dari itu, karena Anda tidak bisa melihat Competition pada halaman Bing Research Keywords, maka Anda harus me-recheck keyword yang Anda cari ke dalam Bing search untuk menilai sendiri Competition dalam Bing Research Keywords.

Jadi, itulah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memeriksa keyword Anda dalam mendatangkan lebih banyak traffic dan revenue. Google Keyword Planner dan Bing Research Keywords adalah dua tools paling simple yang dapat Anda gunakan.

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *