Bagaimana 3 Perusahaan ini Menggunakan Strategi Content Marketing

Strategi ini dikenal dengan banyak nama : branded content, custom publishing, content marketing. Teknologi internet yang murah saat ini memudahkan brand untuk menjadi media company. Melalui konten, brand bisa meng-engage audience secara langsung tanpa melalui channel media lain sebagai perantara. Jika brand mempublish dan menyebarkan konten yang baik, customer akan datang kepada Anda.

Menurut Content Marketing Institute, sebuah organisasi yang memberikan riset tentang konten marketing, 93% profesional bidang marketing di USA  memiliki rencana menjalankan konten marketing di tahun 2013. Budget pemasaran yang semula diarahkan ke print advertising mulai dipindahkan ke social media dan internet. Blogging, tweeting dan memposting sesuatu di internet tidak hanya meng-generate brand awareness dan buzz tetapi juga membangun link, yang mana merupakan hal penting bagi algoritma ranking Google. Dalam hal ini, content marketing is the new SEO.

Bagaimana seharusnya bisnis atau brand Anda berpikir tentang strategi konten marketing ? ambil contoh dari 3 perusahaan ini.

 

1. Mint.com

Ketika Mint.com, startup personal finance dilaunch di tahun 2006, langsung berhadapan head to head dengan kompetitor startup seperti wesabe dan kompetitor pemain lama Quicken. Tiga tahun kemudian, Mint.com menjadi leader dalam online personal finance.

Mint sukses karena strategi user adoptionnya menggunak strategi konten yang cerdas, berbeda dengan corporate blog pada umumnya yang “setengah hati”, blog milik Mint.com “MintLife” menjadi bagian penting dari operasional Mint.

Mint mendedikasikan resource yang cukup signifikan untuk blognya, termasuk editorial full time dan banyak kontributor freelance. Minta menginvestasikan waktu untuk social news site seperti Reddit dan Digg. Setelah berbulan-bulan membaca konten yang konsisten dari Mint, pembaca mulai membangun kepercayaan kepada Mint sebagai sumber yang berkualitas tinggi, reliable dan baik untuk di-share yang kemudian menjadi customer Mint dan merekomendasikan Mint kepada networknya.

Berita dan tips, slideshows, video dan inforgrafis adalah bagian penting dari strategi konten Mint. Mereka memiliki standar editorial yang tinggi. Dengan menjadi smart resource yang mudah diakses oleh orang-orang yang ingin tahu tentang keuangan pribadi, Mint bisa me-leverage kredibilitas kontennya untuk meng-convert reader menjadi buyer dari produk utamanya.

Mint sering disebut sebagai contoh dari konten marketing yang sukses. Beberapa point lesson learned dari Mint adalah :

  • Mendedikasikan sumber daya untuk konten (baik itu outsource atau in house).
  • Standar editorial tinggi untuk setiap konten (text, video, gambar).
  • Membagikan konten melalui social media.
  • Ingat konsistensi dan kesabaran dalam membangun audience.

 

2. Hubspot

Pembuat marketing platform, Hubspot,  tahu betul apa arti content yang baik  untuk marketing. Cofounder Hubspot Dharmesh Shah  mengatakan bahwa penggunanya yg secara rutin memposting blog memiliki jumlah leads 6 kali lebih banyak dibandingkan yang tidak.

Tentu saja itu masuk akal karena hubspot banyak membuat content marketing. Mereka membuat video, studi kasus, podcasts, seminar web, dan ebook untuk audience mereka, yang digunakan untuk mempromosikan bisnis mereka. Edukasi seperti itu membantu pengguna Hubspot menggunakan platformnya dengan lebih efektif, dan juga membuat  Hubspot mendapat pengguna baru untuk setiap content yg mereka publikasikan.

Hubspot memiliki 4000 pengguna. Cara mereka yang paling utama untuk mendapatkan pengguna tentu saja dengan content marketing yang membuat tingkat konversi menjadi lebih baik.

Apa yang kita dapat pelajari dari Hubspot ?

  • Lebih baik membuat content yang berkualitas daripada membuat content yang panjang dan banyak.
  • Publikaskan berbagai macam content. Jangan batasi content Anda untuk satu tujuan.
  • Jangan hanya membuat content tentang diri Anda sendiri. Buatlah content yang berguna bagi audience Anda.

 

 3. American Express

Sejak kapan perusahaan kartu kredit menjadi media company? Itu telah terjadi sejak beberapa tahun lalu ketika American Express menggunakan expertisenya di bidang bisnis dan keuangan menjadi actionable content untuk entrepreneur – sebuah bagian market yang cukup influential bagi Amex – melalui OpenForum.com.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil untuk kasus diatas ?

  • Carilah kontributor yang Anda percayai untuk mengelola startup Anda
  • Bangun komunitas pengguna dalam suatu topik atau “bahan pembicaraan” / “social object” (daripada Anda membangun komunitas mengenai brand Anda),dan lebih baik biarkan brand Anda menjadi pengelola komunitas tersebut
  • Jangan mengabaikan original content yang ditulis oleh Anda. ( Anda harus menjadi pelaku dan ahli dalam bidang Anda).

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *