Apakah UKM Butuh Website Untuk Jualan Online ? Facebook Saja Cukup Tidak ?

Baru-baru ini saya membaca artikel dari e27.co, opini seseorang di Filipina yang berpendapat bahwa :

Bisnis mikro, bisnis kecil dan medium enterprise tidak perlu menggunakan website untuk jualan, karena terlalu rumit. Apalagi sekarang mayoritas orang Filipina sudah online – bukan di Website tetapi di social media.

 

 

Terlepas dari definisi istilah mikro (jualan sayur di pasar itu mikro kali ya?), small dan medium – tanggapan saya untuk artikel ini, saya agak bingung kenapa artikel ini (dan penulisnya) tidak menyinggung sama sekali tentang search engine.

Saya kesulitan mencari data penetrasi search engine penetration rate di Filipina, ketemunya cuma search engine market share di Filipina di mana Google mengusai sekitar 95% dibanding kompetitor lainnya. Tetapi rasanya kok saya berasumsi penetrasi search engine adalah sebesar 80 – 95% di Filipina.

Pertanyaan berikutnya : apakah rakyat Filipina melakukan search di Google seperti :

Buy flowers in Cebu City

Tips how to buy furniture

How to bath cat

Tips to buy house

Electricity tools price comparison brand X and Y

Jika jawabannya YA. Maka seharusnya website diperlukan untuk mengcapture intention tersebut, baik itu browsing intention atau buying intention.

Buy flowers in Cebu City –> Website Anda harus mengandung keyword ini untuk bisa menangkap leads

Tips how to buy furniture –> Website Anda harus punya konten tentang tips memilih furniture untuk menangkap leads ini

How to bath cat –> Jualan makanan kucing? Anda harus punya konten seperti ini

Tips to buy house –> Anda mau nawarin property jualan Anda ke orang yang melakukan pencarian keyword ini tidak ? kalau iya maka Anda harus punya website

Electricity tools price comparison brand X and Y –>Sama aja seperti yang di atas

Apalagi kalau jualan barang yang mahal dan tidak impulsif seperti lemari, peralatan kantor (meja kantor, kursi kantor dll), rumah, peralatan listrik, akan memiliki konversi yang sangat buruk di Facebook.

Artinya kalau jualan online hanya pakai Facebook saja … yaa.. terusan2 cuma jualan barang impulsive (want – bukan need) saja yang harganya tidak mahal seperti mug yang bisa self stirring gitu deh atau kaos custom…

Pertanyaan berikutnya :

UKMnya butuh sustainable leads tidak ?

Sustainable leads artinya, dapat leads (calon customer) terus terusan tanpa harus bayar iklan (baik itu ke Facebook ads atau Google).

Jika ya, maka jawabannya harus punya website. ROI terbesar di channel online menurut berbagai survey ada di SEO. Baca : https://buattokoonline.id/berbagai-macam-survey-berikut-ini-menunjukkan-effort-apa-yang-terpenting-bagi-digital-marketing-ukm/ jika Anda memiliki survey terbaru yang menunjukkan Facebook memberikan ROI lebih besar mohon sampaikan ke saya, mungkin saja data saya sudah basi atau belum update.

Memang benar, jualan di website itu lebih kompleks jauh dibandingkan jualan di Facebook/social media, tapi menurut saya it’s worth it.

Semoga artikel singkat ini bisa membantu Anda lebih paham perbedaan jualan online di Search Engine dan Social Media.

 

Baca Juga : 

Karakter Produk atau Barang Yang Cocok Dijual Oleh Pebisnis Reseller Dropship Melalui Facebook Ads

Bagaimana Cara Menjadi Reseller Dropshipping Market Indonesia Dari Tokopedia, Bukalapak dan Marketplace Lain

 

 

 

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

1 thought on “Apakah UKM Butuh Website Untuk Jualan Online ? Facebook Saja Cukup Tidak ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *