7 Cara untuk Mengurangi Bounce Rate di Website Toko Online Anda

bounce rate
noun
The percentage of visitors to a particular website who navigate away from the site after viewing only one page.
“a rising bounce rate is a sure sign that your homepage is boring or off-putting”
(Definisi Google Webmaster)

 

Untuk website ecommerce / toko online, tingginya angka bounce rate bukanlah suatu hal yang harus dianggap sepele. Bounce rate adalah persentase atas pengunjung situs Anda yang segera meninggalkan situs Anda saat menelusuri laman pertama. Pengunjung bisa meninggalkan situs Anda dengan sejumlah cara: menekan tombol ‘back’, menutup jendela tampilan, mengklik link eksternal ataupun mengetik alamat situs lain.

Pada banyak kasus, tingginya angka bounce rate adalah kabar yang tidak menyenangkan, terutama bagi owners yang menginginkan para pengunjung untuk menelusuri laman situsnya lebih jauh, agar bisa mencapai target atau goalnya. Targetnya bisa berupa pengunjung yang akhirnya melakukan pembelian, mengisi enquiry form, mendaftar untuk beberapa penawaran dan berbagai hal lainnya. Intinya adalah, jika angka bounce rate Anda rendah, itu berarti situs Anda cukup baik bagi pengunjung hingga mereka bisa menelusuri lebih jauh dan melakukan pembelian.

Berapa nilai rata-rata bounce rate?

Angka Bounce Rate bisa sangat bervariasi tergantung pada situs perusahaan dan tujuannya, tetapi, rata-rata bounce rate untuk banyak situs biasanya berada di 50% atau rentang 40% – 60%.

Kissmetrics menampilkan infografis mengenai perubahan bounce rates untuk tiap perusahaan, dimana menunjukkan jika Anda memiliki toko online yang fokus pada trafik pengunjung, Anda harus mmeiliki bounce rate hanya sebesar 20% – 40%. Sumber-sumber lainnya juga memberikan angka yang serupa, tapi biasanya para pelaku toko online justru mendapat angka bounce rate yang rendah, kadang bahkan berada di bawah 10%, ini dikarenakan sebagian besar pengunjung kembali ke situs mereka untuk mengecek dan melihat-lihat produk yang dijual.

Mengapa Pengunjung Meninggalkan website toko online Anda?

Pengunjung memiliki banyak alasan mengapa mereka meninggalkan sebuah situs, tapi sebagian besar alasannya karena konten situs tidak sesuai dengan apa yang mereka cari. Ini terjadi karena kata kunci yang mereka cari mungkin muncul di hasil pencarian pada umumnya, tapi saat diarahkan ke situs Anda, kontennya tidak relevan. Alasan lainnya adalah saat pengunjung mencari kata kunci yang mengarah ke situs Anda melalui perangkat ponsel, tapi tampilan situs Anda lambat, munculnya pop-up iklan, desain yang tidak menarik, isi yang tidak bisa dipercaya, adanya auto-play video dan musik yang menganggu.

Bagaimana Cara Mengurangi Bounce Rate Website Toko Online?

Cobalah tengok sejumlah cara di bawah ini untuk mengurangi angka bounce rate di situs e-commerce Anda. Sebagai berikut:

1. Buatlah navigasi yang sederhana di toko online Anda

Jika Anda berharap pengunjung situs Anda bisa menjelajahi laman situs lebih jauh, berarti Anda juga harus membuat pengarahan atau navigasi situs Anda memudahkan mereka. Untuk memulainya, pastikan jika Anda memiliki struktur pembagian kategori produk yang mudah dalam pencaiannya. Gunakan juga product filters, jadi para pengunjung Anda bisa memperbarui apa yang mereka cari dan mendapatkan produk yang diinginkan secara lebih cepat. Juga, pastikan jika kotak pencarian di situs Anda diletakkan di tempat yang gampang terlihat dan tepat, yakni di atas laman utama Anda.

2. Mengisi toko online dengan konten yang relevan

Pengunjung mendatangi toko online Anda karena beberapa kata kunci yang mereka cari mengarahkannya pada Anda, da saat mereka berada di situs Anda, pastikan situs Anda bisa dipercaya dan cukup bagus untuk melakukan transaksi pembelian. Para pembeli saat ini cerdas, mereka mengharapkan adanya deskripsi produk dan foto produk yang berkualitas tinggi ketika mereka sampai pada sebuah toko online. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memasukkan sejumlah video dalam laman penawaran produk Anda, karena cara tersebut terbukti untuk menarik perhatian pembeli terhadap toko online Anda, dan itu berarti meningkatkan conversion rate.

bounce rate ecommerce

3. Membuat Langkah-langkah CTA (Calls-To-Action) yang Jelas

CTA atau Calls To Action, adalah sebuah ajakan kepada konsumen untuk melakukan pembelian. Dalam beberapa situs, CTA ini bisa dilihat dari banner atau tombol yang ada di situs, yang tujuannya untuk menarik perhatian pengunjung agar mengklik dan menuntun mereka ke pembelian. Pada situs e-commerce, contoh konkretnya adalah tombol ‘add to cart’ atau ‘checkout now’.

Di bawah ini ada sejumlah cara untuk membuat CTA yang baik:

  • Pakailah warna yang eye-catching – pastikan jika warna tombol CTA Anda tidak sama dengan latar situs Anda. Jika situs Anda berwarna netral, cobalah untuk menggunakan warna hijau, merah, oranye atau warna lainnya yang mampu menarik perhatian pengunjung.
  • Berikan ruang khusus tersendiri yang jauh dari konten. Jangan biarkan tombol CTA Anda tenggelam di antara banyaknya konten Anda; ciptakan ruang khusus bagi tombol tersebut untuk berdiri sendiri.
  • Pastikan tombol CTA Anda cukup besar untuk terlihat. Ini mungkin terdengar umum, tapi sering ditemukan pada sebagian situs ecommerce yang memiliki tombol ‘add to cart’ yang kecil dan itu cukup menyulitkan untuk ditemukan.

toko online

 

4. Optimalkan Tampilan Situs Anda bagi Perangkat Ponsel

Sangat disarankan agar tampilan situs Anda bisa optimal di setiap perangkat ponsel. Para pengunjung tidak akan cukup sabar untuk menunggu loading situs Anda yang lambat dan tidak optimal.

Sejak November 2014, Google telah menampilkan konsep mengenai ‘mobile-friendly’ yang akan muncul pada hasil pencarian bagi situs yang sudah dioptimalisasi bagi perangkat ponsel. Mengingat Google telah fokus dalam hal ini, maka situs yang sudah berlabel ‘mobile friendly’, akan menjadi penting dalam perolehan peringkat di hasil pencarian nantinya.

Maka itu, pastikan jika desain toko online Anda bisa sesuai dengan tampilan template untuk ponsel. Anda harus memiliki skema warna yang sesuai untuk template tampilan ponsel.

5. Usahakan untuk Mengurangi Waktu Loading Website Anda

Waktu loading selalu menjadi permasalahan yang rumit. Untuk mempercepat waktu loading situs Anda, coba untuk menggunakan Pingdom Tools. Pingdom akan menunjukkan pada Anda seberapa lama laman situs Anda membutuhkan waktu loading. Anda juga bisa menggunakan hasil pengecekan Pingdom Tools ini untuk mengenali bagian yang menjadi masalah di situs Anda, dan mulai berpikir cara untuk memperbaikinya.

Mulai dengan mengurangi ukuran gambar/images di situs Anda; jika Anda membutuhkan beberapa images di situs Anda, pastikan ukurannya tidak begitu besar dan coba untuk memperkecilnya lewat sejumlah kode.

Anda juga bisa mengecek waktu muat atau load time atas berbagai plugin yang terpasang di situs Anda (misalnya social atau review plugin). Jika plugin-plugin itu membuat loading time situs Anda lambat, Anda harus mempertimbangkan untuk menguranginya.

6. Buatlah Desain Website yang Menarik

Ketika kita berbicara mengenai desain, itu akan menjadi hal yang penting. Di bawah ini ada beberapa tips kunci yang bisa Anda coba ketika ingin membuat desian yang menarik:

  • Warna yang konsisten – buatlah latar warna sesuai brand perusahaan Anda dan terus gunakan warna tersebut dalam situs Anda. Adobe Colour Wheel adalah tools yang tepat untuk membantu Anda menemukan warna yang cocok bagi situs Anda.
  • Jenis Huruf/Font yang Konsisten – pilihlah satu atau dua jenis huruf/font dan tetap menggunakannya dalam waktu yang cukup lama. Tidak perlu untuk memakai lebih darid ua jenis huruf/fonts untuk keseluruhan situs Anda. Hindari menggunakan fonts seperti Comic Sans (kecuali jika situs Anda memiliki tematik yang humoris), serta pilih juga warna font yang cerah, seperti yang digunakan oleh eBay.
  • Memiliki link/tautan promosi yang tepat – pastikan jika setiap slide banner dan konten promosi Anda, mempunyai tautan yang benar dalam mengarahkannya ke produk atau kategori yang sedang Anda tawarkan.
  • Hapus semua filler text – hampir semua tema ecommerce ekmPowershop, selalu memiliki filler konten ‘Lorem Ipsum’. Sesungguhnya ini adalah alat bantu visual yang mengarahkan Anda untuk memilih tema. Tapi sering kali kehadiran filler seperti ini pada sebuah situs, justru membuat situs tersebut terlihat tidak professional.

ecommerce bounce rate

 

7. Hapus semua Iklan Pop-up di website toko online

Iklan-iklan yang bersifat pop-up, mereka semua terkesan menganggu bukan? Maka, para pengunjung situs Anda juga akan berpikiran demikian. Hapuskan pop-up tersebut, dan Anda juga bisa melihat angka bounce rate Anda juga turun.

Baca Juga Informasi Meningkatkan Jualan Online Anda :

Menaikkan Penjualan Online dan Konversi dengan Membuat Sales Funnel yang Tepat

 

21 Cara Meningkatkan Angka Konversi Penjualan Ecommerce Toko Online Anda

 

 

 

Author: Rhein Mahatma

mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *