13 Contoh Dark Pattern (Membohongi Pengguna) di Berbagai Ecommerce

Dark patterns adalah sebuah bagian yang sifatnya membohongi pengguan dalam interface digital untuk melakukan keputusan yang menguntungkan pihak yang melakukan hal tersebut. 

Darkpatterns.org merupakan website yang baik diluncurkan oleh Harry Brignul untuk meningkatkan awarness akan Dark Patterns. Situs tersebut menghadirkan beberapa contoh dari kategori Dark Patterns, serta terdapat Hall Of Shame dengan contoh langsung dari dunia.

Saya piki saya akan memilih beberapa contoh yang ditemukan pada ecommerce checkout untuk memperjelas isu yang terjadi. Banyak contoh tersebut terjadi dari #darkpatterns pada Twitter.

 

Misdirection

Dimana website mendesain webitenya untuk mendorong pengguna memilih opsi yang lebih mahal dan mengalihkannya dari opsi yang standar.

Salah satu tipe dark pattern paling menganggu karena muncul pada Gray Area. Taktik ini umum digunakan karena susah untuk disadari, berbeda dengan Sneak Into The Basket yang terdapat undang-undangnya pada EU.

Contoh nya ada pada Delta, yang dapat dilihat dibawah dimana pengguna menggunakan tombol merah untuk check-in pada suatu upgrade. Kemudian Tombol tidak terimakasih diwarnai oleh warna abu untuk melakukan misdirection.

 

Dear @Delta UX Team, This Check In screen is borderline evil. That makes you borderline evil for letting it be created.

 Blogger Paul Randall juga turut memberikan contoh yang lebih buruk dari Misdirection pada ZSL London Zoo.

 

Pada screenshot dibawah anda dapat melihat bagaimana “add to basket with donation” dengan tombol hijau yang mensugesti untuk maju ke tahap selanjutnya. Tombol “without donation” tidak diwarnai karena seakan meruapak tombol sebelumnya.

 

Misdirection merupakan dark pattern paling umum yang juga turut ditemukan pada saat anda membatalkan subscription. Saat user akan melakukan unsubscribe terdapat tombol yang seakan melakukan misdirection kepada anda seperti dibawah ini.

 

@lootcrate Making “Keep my subscription” an orange button on a page where I’m cancelling is deceptive and in poor taste.

Checkbox treachery

Checkbox Treachery merupakan salah satu dark pattern paling terkenal dan juga paling umum. Yang ingin difokuskan adalah terkait opt-in atau opt-out pada checkbox dan spiel yang digunakan oleh perusahaan untuk memberikan user sebuah kontrol akan bagaimana data mereka digunakan.

Di Amerika Serikat, CAN-SPAM Act tidak melarang bagaimana bisnis mendapatkan subscriber baru sementara di Eropa pengguna harus diberikan pilihan opt-out.

Pada kenyataannya, pilihan opt-out dari list email dibuat menjadi membingungkan. Contohnya seperti dibawah ini yang diberikan oleh Ben Tollady dan Gareth Roberts di UX New Zealand

 

Tentunya, bentuk lain yang umum dalam checkbox adalah Double Negatives- sebuab bahasa yang membuat user tidak yakin untuk melakukan tick atau untick seperti dibawah ini.

Atau seperti contoh dibawah seakan call-to-action pada checkbox yang dilakukan sedang membingungkan penggunanya.

 

 Kemudian ini adalah contoh yang lebih tidak mencolok, seperti berikut.

 

The @PostOffice styles up opt-out checkboxes to look like radiobuttons implying they’re mutually exclusive

Sebenarnya cukup sederhana, apabila anda memutuskan untuk opt-out, maka seharusnya ada bisa memilihnya tanpa harus menghadapi hal-hal di atas yang seakan membingungkan anda.

 

Sneak into basket

Ini adalah contoh klasik lainnya. Biasa dilakukan oleh supplementary service atau produk pada pengguna, yang biasanya akan menggunakan nya secara aktif.

Yang paling buruk terjadi pada sektor travel. Ryanair masih memaksa user untuk tidak memilih asuransi saat memilih penerbangan walaupun hal tersebut ilegal pada hak konsumen Eropa.

 

Sports Direct juga merupakan salah satu pengguna dari dark pattern ini. Ia sempat memberikan Free Mug dan Majalah (dengan ongkos kirim 1 Pound) tanpa sepengetahuan atau notifikasi.

Walaupun saat ini sudah tidak dilakukan, namun kini dilakukan sebuah misdirection yang menggantikan No Thanks menjadi Yes Please. Dan meletakkan tombol No thanks dibawah kanan yang tidak terlalu terlihat.

Wow @sportsdirect, a free gift!

But what’s this extra £1 delivery charge, ON TOP of the £4.99 standard delivery charge?

Sleazetastic!

Obscured pricing

Obscured Pricing juga merupakan contoh yang terjadi pada Travel. British Airway tidak memberitahu harga yang harus mereka bayarkan saat ingin menambahkan Bag saat sudah selesai booking. Hanya disebutkan sebagai ‘fee’ tanpa jelasnya berapa biaya tersebut.

Tujuannya disini adalah untuk tidak menampilkan 31 pound biaya untuk upgrade dari basic menjadi plus.

 

No way to find out cost to add a hold bag when booking with @british_airways anymore. Trying to upsell ‘Plus’. Horrible @darkpatterns

Tidak hanya pricing yang dipermainkan yang bisa menjadi masalah. Darkpatterns.org juga memberikan contoh dimana Sainsbury’s tidak menampilan komparasi harga dengan jelas sedangkan melakukan perbandingan dengan harga per gram atau per unit yang membingungkan konsumen mana produk yang lebih murah.

 

Misinformation / BAHASA YANG BURUK

Sebetulnya tidak mudah menentukan apa ini disengaja atau tidak. Namun hal ini menekankan perlunya untuk mengecek ulang copy ecommerce anda dan melihat apakah sudah jelas datanya.

 

Hidden costs

Di Eropa, biaya tambahan seperti shipping harus ditandai dengan jelas sebelum konsumen melakukan checkout.

Contoh yang baik adalah seperti dilink ini flower delivery website ProFlowers.

Kesimpulan

Banyak Dark Pattern yang terjadi pada situs-situs, padahal ada juga cara cara yang dapat dilakukan e-commerce selain berusaha membohongi konsumennya.

 

Baca Juga Informasi Lainnya Tentang Checkout Page Ecommerce

40 Strategi Checkout Page untuk Meningkatkan Conversion Rates

Manfaat dan Contoh One Page Checkout dari Berbagai E-Commerce

Cara Meningkatkan Penjualan Online Dengan Meningkatkan Conversion Page Product Detail Toko Online

 

 

 

 

Author: Nicholas Kharisma

hmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *