10 Cara Ini Bisa Membuat Konten Anda Menjadi Terkenal dan Mendapatkan Banyak Share di Sosial Media

Editor’s Note: Artikel ini ditulis oleh Hanley Wing, founder Buzzsumo.com. Ia menganalisis jumlah social share pada 100 juta artikel yang ada di seluruh website. Dalam risetnya ini, ia mengambil beberapa pembelajaran kenapa ada beberapa artikel yang menghasilkan social share dalam jumlah yang besar.

Inilah 10 cara yang bisa membantu anda meningkatkan social share dari konten anda:

1. Konten yang panjang (long form) mendapatkan share yang lebih banyak daripada konten yang pendek (short form).

Kita semua pasti sudah tahu seberapa banyak orang yang mengkonsumsi konten melalui perangkat mobile mereka. Ini menunjukkan bahwa kita harus menulis artikel pendek dan singkat untuk memuaskan perhatian mereka bukan?

Dari data analisis pada 10 persen artikel teratas yang paling banyak di-share, riset ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Rata-rata, konten panjang mendapatkan share yang lebih banyak dibandingkan konten pendek.

Jika anda melihat grafik di bawah ini, semakin panjang konten, semakin banyak jumlah share,dengan jumlah kata 3000-10000 bisa mendapatkan jumlah share rata-rata hingga 8859 kali. Tidak mengherankan, ada banyak konten pendek yang telah ditulis. Ada berapa banyak konten pendek? Ada 16 kali lebih banyak konten dengan kata yang kurang dari 1000 dibanding konten dengan kata yang lebih dari 2000.

shares-by-content-length-1

Apa artinya ini? Ini mengatakan kepada kita bahwa sebagian besar orang tidak ingin menciptakan konten yang mendalam dengan informasi jelas berdasarkan riset. Mereka tidak mau mengerjakan hal yang memakan waktu dan tenaga. Ini berarti ada peluang besar bagi anda yang ingin melakukannya karena tidak banyak pencipta konten panjang yang akan bersaing dengan anda.

Riset ini juga didukung dengan artikel di NY Times tentang konten yang paling banyak di-sharemelalui email. Semakin panjang artikel, semakin banyak orang yang akan men-share-nya di email.

Faktanya adalah orang-orang memang senang untuk men-share gambar kucing dan meme yang lucu, tetapi mereka juga ingin men-share hal yang menantang intelektualitas mereka, yaitu konten yang panjang.  Alangkah lebih baik jika anda menghabiskan waktu menulis satu artikel keren yang panjang daripada menulis artikel pendek yang banyak.

Saingannya sedikit. Seharusnya ini menjadi lebih mudah untuk bertahan dari serbuan artikel yang pendek.

Kunci Utama: tulis artikel minimal 2000 kata

2. Setidaknya masukkan satu gambar pada tulisan anda untuk meningkatkan share di Facebook.

Kita semua sudah mendengarkan orang expert yang mengatakan bahwa gambar bisa meningkatkan engagement secara visual, tetapi itu hanya bisa diterapkan di Facebook, benar? Bagaimana dengan konten tertulis yang sebenarnya?

 

Kali ini, kami menganalisis semua artikel yang kami crawl di BuzzSumo untuk membandingkan jumlah rata-rata share di Facebook dari konten yang gambarnya lebih dari satu dengan konten yang tidak ada gambar.

Grafik berikut ini menunjukkan temuan kami:

with-or-without-images-1

Seperti yang anda lihat, jumlah share konten dengan gambar berjumlah dua kali lebih banyak dibanding konten yang tidak ada gambar, inilah kenapa pentingnya elemen visual di konten anda. Perlu diingat bahwa kita tidak membahas kualitas dari gambar, melainkan kehadiran gambar di konten tersebut.

Bagaimana dengan social meta tag untuk Facebook? Kami penasaran apakah orang yang mengimplementasikan tag ini (dengan menampilkan gambar) mendapatkan share Facebook yang lebih banyak atau tidak. Kami harap ini benar, tetapi kami ingin melihat betapa dramatis perubahannya nanti. Bagi anda yang belum tahu, jika anda menginginkan Facebook untuk menampilkan gambar, anda perlu mengimplementasikan meta tag ini di bagian <head> dari artikel anda dengan menambah tag ini:

<meta property=”og:image” content=”http://example.com/image.jpg” />

facebook-thumbnail

Seperti yang anda lihat, artikel yang mengimplementasikan meta tag tampilan gambar menghasilkan share Facebook tiga kali lebih banyak dibanding yang tidak melakukannya.

Kunci utama: Implementasikan social meta tag dan tambahkan sebuah foto di setiap tulisan! Gambar/foto akan menentukan apa yang pembaca lihat bahkan sebelum mereka mengunjungi artikel tersebut.

3. Masukkan setidaknya satu gambar di postingan Twitter untuk meningkatkan share

Mungkin hal ini tidak mengejutkan, sama seperti yang di atas. Postingan dengan tag gambar bekerja dengan lebih baik di Twitter dibanding yang tidak menggunakannya:

twitter-thumbnail

Kunci utama: menambahkan gambar ke konten dan postingan anda di Twitter akan menghasilkan share yang lebih banyak!

4. Buat konten yang menginspirasi, lucu atau menghibur. Pancing sisi narsis orang-orang.

Kami menganalisis 10,000 artikel teratas yang paling banyak di-share di seluruh website, dan memetakannya ke dalam bentuk emosi, seperti konten yang santai, sedih, marah, menghibur, lucu, dll.

popular-emotions

Seperti yang bisa anda lihat, tiga konten emosi yang paling terkenal adalah:

  • Konten yang menginspirasi (25%)
  • Konten yang lucu dan bikin tertawa (17%)
  • Dan konten yang menghibur (15%)

Sebaliknya, emosi yang tidak begitu terkenal adalah kesedihan dan kemarahan, yang berjumlah 7%.

*Catatan bahwa terhibur dengan tertawa karena lucu itu beda.

Kenapa orang senang men-share hal-hal yang mengagumkan, bikin tertawa dan terhibur? Kami tidak memiliki alasan scientific untuk hal ini, tetapi New York Times melakukan riset yang sangat intensif beberapa tahun belakangan ini. Mereka mewawancarai 2500 orang untuk menentukan alasan utama mereka men-share cerita secara online. Inilah alasan utamanya:

  • Untuk menyampaikan konten berharga dan menghibur ke orang lain
  • Untuk mendefinisikan diri mereka ke orang lain (menjelaskan orang lain sedikit mengenai jati diri mereka)
  • Untuk menumbuhkan hubungan dengan orang lain
  • Untuk memenuhi hasrat diri sendiri agar lebih merasa terlibat dalam perkembangan dunia ini
  • Untuk menyebar konten tersebut karena mereka peduli

Konten yang mengagumkan dan lucu pasti memenuhi tiga alasan pertama. Sharing konten yang menghibur membawa value ke teman kita, menunjukkan ke orang lain bahwa kita memiliki selera yang besar, dan memancing percakapan serta reaksi.

Orang-orang juga men-share konten dengan alasan karena diri mereka sendiri, seperti narsis.

Faktanya, 8 dari 10 artikel yang paling banyak di-share dalam 8 bulan ini adalah kuis (7 dari BuzzFeed, 1 dari NYTimes). Kenapa kuis? Karena ketika ke share hasil kuis kita, itu akan menunjukkan identitas dan ego kita. Orang lain akan mempelajari siapa diri kita, apa yang kita nilai, dan selera kita. Coba ingat tentang terakhir kali anda men-share kuis. Apakah anda sungguh berpikir bahwa 90% dari teman Facebook anda peduli akan hal ini? Tidak, tetapi beberapa orang akan tahu betapa kerennya anda. Mirip dengan kasus ini, sharing konten berdasarkan opini tentang hal yang lagi memanas, seperti pernikahan kaum gay akan memberitahukan orang bahwa anda memihak siapa.

Sebagai referensi, inilah 6 dari 10 artikel yang paling banyak di­-share dalam 8 bulan belakangan ini, dengan kuis “What Career Should You Actually Have” berada di posisi 1.

oprah-career

Kunci utama:

  • Bikin konten yang menghibur, jangan pernah membosankan teman anda.
  • Kuis itu ternyata efektif
  • Konten yang memancing opini, opini yang kontroversial bisa memecah suatu pihak, tetapi orang yang setuju dengan anda biasanya akan men-share konten anda.

5. Orang-orang biasanya suka men-share daftar-daftar dan juga infographic

Kami juga melihat format konten apa yang suka di-share orang. Jadi kami membaginya setiap artikel dalam analisis kami ke dalam enam jenis:

  • Daftar
  • Infographic
  • Artikel How-To
  • Artikel “Apa” (artikel yang judulnya dimulai dengan kata “Apa”)
  • Artikel “Mengapa” (artikel yang judulnya dimulai dengan kata “Mengapa”)
  • Video

Inilah grafik yang kami temukan:

shares-by-content-type-1

Mungkin ini sudah jelas bagi beberapa orang, tetapi konten daftar dan infographic mendapatkan jumlah share di atas rata-rata dibanding yang lainnya.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, artikel How-To dan video mendapatkan share lebih sedikit dari artikel lainnya.

Ada banyak alasan yang mungkin terjadi kenapa artikel yang berisi daftar mendapatkan banyak share. Artikel daftar memberikan pembaca pendapat yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan (contoh 10 cara melakukan sesuatu). Artikel ini lebih enak dibaca.

Dalam kasus yang mirip, infographic lmemudahkan pembaca untuk mencerna informasi dalam jumlah besar secara visual dengan tampilan yang menarik. Jadi pastikan konten anda memiliki banyak gambar dan grafik, agar pembaca tidak merasa diintimidasi dengan banyaknya teks.

Kunci utama: Jika anda menulis konten panjang, jangan lupa untuk memudahkan orang membacanya, tidak dipenuhi teks saja. Anda bisa melakukannya dengan memberikan daftar, tetapi jika anda tidak mau membuat daftar, pastikan paragraf anda enak dibaca dan gunakan sub-headline dan bullet point.

6. 10 adalah angka ajaib untuk konten yang berisi daftar

Ini sudah tidak mengejutkan lagi: daftar dengan total 10 mendapatkan share yang lebih banyak dibanding yang lain, biasanya bisa mencapai 10.621 jumlah social share. Sebuah konten daftar dengan total 10 buah biasanya mendapatkan social share empat kali lebih banyak dibanding daftar dengan total 23, 16, dan 24.

top-10-ways

Kunci utama: Jika anda membuat konten daftar, lebih baik anda buat dengan total 10 saja.

7. Orang-orang biasanya suka share konten yang terlihat dapat dipercaya

Kami penasaran untuk melihat jika kepercayaan berperan pada tingkat share konten. Jadi kami membandingkan social share rata-rata untuk artikel tanpa bio dan artikel dengan bio.

Dan ternyata kepercayaan berperan besar di Twitter, LinkedIn, dan Google+, seperti yang anda lihat di grafik bawah ini.

byline

Akan tetapi, kepercayaan kelihatannya tidak menghasilkan perbedaan di Facebook. Artikel dengan bio hanya memiliki 0.10% social share lebih banyak dibanding tanpa artikel bio. Perbedaaan yang jelas ada di Google+, artikel dengan bio memiliki 42% social share lebih banyak dibanding tanpa bio.

Kepercayaan tidak berperan besar di Facebook karena biasanya kita men­-share berbagai jenis konten yang berbeda di setiap jejaring sosial yang berbeda pula. Biasanya kita men-share konten yang menghibur dan lucu di Facebook bersama teman dekat kita.

Tetapi untuk Twitter, LinkedIn, dan Google+, sebagian follower dan teman kita adalah orang yang kita kenal secara profesional. Jadi kita cenderung lebih suka men-­share konten dari sumber yang bisa dipercaya.

Kunci utama: jangan lupa untuk mencantumkan bio di awal setiap artikel, dan bio di akhir artikel agar konten anda terlihat lebih bisa dipercaya.

8. Cari influencer tambahan untuk men-share artikel anda agar mengalami multiplier effect.

Tidak semua orang yang share artikel itu sama. Sebagai contoh, jika Oprah ataupun Tim Ferriss ataupun artis Indonesia lainnya men-share artikel anda dengan follower mereka, ini akan menghasilkan lebih banyak retweet/like daripada orang biasa yang melakukannya.

retweeted-by-tim-ferriss

Tapi bisakah kita mengukur efeknya? Lupakan Oprah dan Tim Ferriss. Bagaimana jika seseorang yang lebih berpengaruh dari orang rata-rata men-share konten anda? Berapa banyak orang yang bertambah yang akan men-share artikel anda? Bisakah kita memprediksinya?

Kami membandingkan jumlah social share artikel yang tidak memiliki influencer dengan konten yang memiliki influencer.

Untuk melakukannya, kami mendefinisikan influencer sebagai seseorang yang twitnya di-retweetrata-rata dua kali dari jumlah twitnya. Sebagai contoh, jika anda men-twit dengan jumlah 100 kali, dan ada 200 orang yang me-retweet twit anda tersebut, rata-rata retweet adalah dua kali.

Seperti yang anda lihat di grafik bawah ini, hanya dengan memiliki satu orang yang berpengaruh, jumlah share konten anda naik 31,8%. Dengan memiliki tiga orang yang berpengaruh bisa meningkatkan jumlah share konten anda hingga dua kali lipat. Dan dengan memiliki lima orang yang berpengaruh bisa meningkatkan total share konten anda hingga empat kali lipat.

number-of-influencers-sharing

Hebat kan, tapi bagaimana mendapatkan influencer untuk men-share konten anda tanpa mengandalkan keberuntungan?

Untuk melakukannya bisa anda mulai dengan bekerja secara terbalik. Daripada anda menulis konten terlebih dahulu, lebih baik temukan konten yang mirip dengan apa yang ingin anda tulis, dan cari semua influencer yang men-share artikel itu. Lalu mulailah membangun hubungan dengan mereka sebelum anda mempublikasikan konten anda.

Sebagai contoh, anggap saja anda ingin menulis artikel tentang “conversion optimization”. Dengan menggunakan BuzzSumo, anda bisa menemukan artikel yang paling banyak di-sharetentang conversion optimization dalam enam bulan terakhir menggunakan Top Content Search.

Anda bisa melihatnya seperti gambar di bawah ini.

top-content-results-1024x587

Hasil pertama memiliki total share berjumlah 2039, dan itu berasal dari conversionxl.com. Anda bisa melihat siapa yang men-share artikel ini dengan mengklik tombol “View Sharers”. Di sana anda akan melihat daftar orang yang men-share di Twitter, disusun berdasarkan jumlah retweetrata-rata. Dengan kata lain, disusun berdasarkan tingkat pengaruh mereka.

Beginilah gambarnya:

users-that-shared-1024x585

Ada beberapa hal yang berguna bagi anda di sana, yaitu jumlah follower mereka dan rasio replymereka (presentase twit yang dibalas ke seseorang). Walaupun jumlah follower adalah metrik yang biasanya digunakan untuk mengukur pengaruh, follower bisa saja dipalsukan. Tetapi jumlah rata-rata retweet sangatlah susah untuk dipalsukan.

Mungkin anda harus melakukan cara ini pada lebih dari satu artikel untuk mengumpulkan daftar influencer yang anda inginkan untuk men-share konten anda nantinya, tetapi setelah anda memiliki daftarnya, anda harus berkenalan dengan mereka dan masukkan mereka di dalam konten anda dengan beberapa cara berikut ini:

  • Bertanya quote yang akan anda gunakan di artikel anda
  • Meminta pertanyaan untuk mendapatkan feedback pada sebuah pendapat
  • Memberikan link ke artikel yang mereka tulis di artikel anda

Orang suka men-share hal-hal yang mereka terlibat di dalamnya, walaupun jika mereka tidak terlibat secara langsung. Jika anda bisa melakukannya, kemungkinan mereka akan men-shareartikel anda dengan follower mereka setelah anda mempublikasikannya.

Mewawancarai orang bisa juga menjadi cara hebat untuk melibatkan mereka. Di BuzzSumo, artikel kami yang paling banyak di-share berjumlah 500+. Kami mewawancarai lebih dari 40 orang di industri SEO dan mereka men-share artikel itu dengan kenalan atau follower mereka. Beginilah contohnya.

tweet-request

Kunci utama: meminta influencer untuk men­-share konten anda bisa meningkatkan jumlah share.

9. Promosikan kembali konten lama anda secara teratur.

Hal selanjutnya yang kami analisis adalah presentase social share yang menurun setelah anda mempublikasikan artikel anda selama tiga hari. Sebagian besar orang akan men-share artikel anda untuk beberapa hari pertama, lalu jumlah share itu akan menurun, tapi berapa banyak?

Hasilnya cukup membuat hati ini berguncang. Setelah tiga hari, di semua jejaring sosial, jumlah share menurun setidaknya 96% untuk empat hari setelahnya, dengan penurunan terbesar di Facebook, dan diikuti oleh G+/Pinteres.

  • Facebook: menurun 98.9%
  • Twitter: menurun 97.4%
  • LinkedIn: menurun 97.34%
  • G+: menurun 96.7%
  • Pinterest: menurun 96.7%

Setelah seminggu, jumlah share untuk tiga minggu berikutnya menurun setidaknya 86% dari minggu pertama, dengan penurunan terbesar terjadi di Twitter, dan diikuti oleh LinkedIn.

  • Twitter: menurun 92.1%
  • G+: menurun 90%
  • Facebook: menurun 89%
  • Pinterest: menurun 86%
  • LinkedIn: menurun 82%

Ini tidak bisa dihindarkan bukan? Kami menganalisi keanehan ini pada artikel mendapatkan sharelebih banyak setelah seminggu berlalu.

Salah satu artikel itu berasal dari Evernote yang dipublikasikan pada 10 Maret yang hanya mendapatkan 23 share di Facebook setelah seminggu. Akan tetapi, setelah sebulan, artikel ini mendapatkan share berjumlah 181, meningkat 686% setelah tiga hari.

evernote-march-10

Setelah menggali dengan lebih mendalam, kami tahu penyebabnya, mereka kembali mempromosikan artikel mereka di Facebook 11 hari setelah mereka mempublikasikannya. Berikut buktinya:

evernote-march-21

Kami memang tidak memiliki data yang pasti dalam menentukan waktu yang cocok untuk menunggu sebelum kembali mempromosikan artikel lagi, tetapi setidaknya seminggu adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Evernote mempublikasikan artikelnya di hari Senin, dan mempromosikannya kembali di hari Jumat minggu depannya.

Tentu saja, prasyarat ini adalah untuk konten yang abadi (konten yang berguna selamanya) karena bisa di-share dan dipromosikan kembali kapanpun setelah anda mempublikasikannya.

Tetapi bagaimana jika artikel yang lama ini bukan artikel abadi? Masih ada cara untuk mempromosikan artikel lama anda jika itu memberitakan tentag acara yang akan datang. Sebagai contoh, kami menemukan infographic tentang pertemuan influencer di SMWW (sebuah konferensi sosial media marketing) yang menghasilkan share Twitter berjumlah 72 setelah seminggu, tetapi naik menjadi 487 setelah sebulan. Apa rahasia mereka?

Infographic dipublikasikan awalnya pada tanggal 10 Maret, dan di-share lagi di Twitter pada hari acara itu diadakan: 28 Maret. Jumlah share naik secara drastis di Twitter.

rignite

Kunci utama: Jangan biarkan konten anda terkenal hanya di hari-hari awal! Promosikan kembali setidaknya seminggu setelahnya. Temukan konten lama anda yang membicarakan mengenai suatu acara yang akan datang dan promosikan kembali saat acara itu berlangsung.

10. Hari terbaik secara keseluruhan untuk mempublikasikan konten adalah Selasa

Hari yang anda pilin untuk  mempublikasikan konten anda juga mempengaruhi jumlah share. Lihat grafik di bawah ini:

best-day-to-publish-social-content-is-tuesday

Anda bisa melihat dengan jelas hari mana yang menghasilkan banyak share. Biasanya adalah hari Selasa atau Senin, bergantung dari jejaring sosialnya masing-masing:

Hari terbaik secara keseluruhan: Selasa
Hari terbaik untuk FB: Selasa
Hari terbaik untuk G+: Selasa
Hari terbaik untuk Twitter: Selasa
Hari terbaik untuk Linkedin: Senin
Hari terbaik untuk Pinterest: Senin

Kesimpulan

  1. Berikan konten yang menginspirasi, lucu dan menghibur
  2. Pancing sisi narsis orang-orang (seperti kuis di Buzzfeed)
  3. Konten panjang kurang memiliki kompetisi, dan bisa menghasilkan lebih banyak share
  4. Daftar dan infographic biasanya menghasilkan lebih banyak share
  5. Pastikan artikel anda bisa dipercaya, ada bio di awal artikel dan pastikan logo dan desain anda profesional
  6. Gabungkan teks dengan elemen yang menarik secara visual
  7. Implementasikan social metadata seperti Facebook preview image atau thumbnail
  8. Dekati influencer sebelum anda menulis konten
  9. Promosikan artikel anda seminggu setelah dipublikasikan
  10. Selasa adalah hari terbaik untuk mempublikasikan dan mempromosikan konten

Tentu saja beberapa hal bergantung dengan niche masing-masing. Jika target anda adalah orang yang suka dengan gambar kucing yang lucu, tentu konten panjang menjadi tidak berguna.

Sumber: okdork.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *