Liputan Event IDEA Kamis Commerce Bertema “Seberapa Bagus Strategi Marketing Ecommerce Anda?”

idea-kembali-mengadakan-kamis-commerce-bertema-seberapa-bagus-strategi-marketing-ecommerce-anda

Event bulanan asosiasi E-commerce idEA kembali digelar dengan format baru “sharing dan interaksi” yang mengundang para pelaku E-commerce untuk mendiskusikan seputar dunia E-commerce di tanah air. Kehadiran e-commerce menjadi salah satu potensi pertumbuhan yang mampu mendukung perkembangan para pebisnis lokal. Dalam Kamis Commerce 8 September 2016, idEA mengangkat tema “Seberapa Bagus Strategi marketing E-commerce Anda?” yang bertempat di De Leila Resto & Lounge, FX Mall, Sudirman, Jakarta, mulai dari jam 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Dimoderatori oleh Ignatius Untung (Country Manager Rumah123), Kamis Commerce kedua ini mengundang narasumber Edward Kilian (Chief Marketing OLX), Gaery Undarsa (Co-founder & Managing Director Tiket.com), Oci Ambrosia (Brand Manager BukaLapak.com).

Moderator menyinggung mengenai spending di TV yang dilakukan oleh para pelaku bisnis E-commerce di Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi seberapa baguskah strategi marketing yang dijalankan oleh para pelaku E-commerce.

Berikut data TV spending yang dijalankan selama bulan ramadhan 2016, diurutkan dari E-commerce dengan pengeluaran tertinggi:

  1. Tokopedia sebesar 674M
  2. Traveloka sebesar 631M
  3. OLX sebesar 283M
  4. Blibli.com sebesar 237M
  5. Bukalapak.co sebesar 113M
  6. Elevenia perquartal sebesar 97M
  7. Mataharimall.com sebesar 83M

Edward Kilian (Chief Marketing OLX)

kamis-commerce-kedua-idea-bertema-seberapa-bagus-strategi-marketing-ecommerce-anda

Menanggapi angka TV spending yang dihabiskan OLX, Edward menampilkan data yang menyebutkan bahwa audience lebih sadar akan iklan di TV, sedangkan internet berada di urutan ke-5. Hal inilah yang membuat OLX tidak ragu mengalokasikan sebagian budgetnya untuk beriklan di TV. Meskipun produk yang ditawarkan berbagai E-commerce sama, tetapi perusahaan mereka berbeda sehingga cara penyelesaian masalah untuk konsumen juga berbeda. Baginya spending budget mudah dilakukan, yang susah adalah apakah spending tersebut memberikan growth terhadap perusahaan. Growth yang diharapkan oleh OLX adalah semua orang yang terkoneksi internet harus terhubung juga dengan OLX. Jadi pertumbuhan koneksi internet di masyarakat harus diiringi pula dengan pertumbuhan koneksi ke OLX. “There is no magic formula dan tentunya semua harus survive“, tutup Edward.

Gaery Undarsa (Co-founder & Managing Director Tiket.com)

Tiket.com memilih untuk tidak menggunakan TV ads karena kompetitor utamanya menguasai TV ads, sehingga mereka berpikir untuk mencari celah lain dalam mendapatkan konsumen. Maka Tiket.com membuat iklan di Bus – bus Damri yang menuju bandara agar para konsumen yang sering berpergian (karena iklan ditempatkan di bus Damri yang menuju bandara) mengetahui bahwa ada sebuah E-commerce yang menyediakan layanan pembelian tiket pesawat, bus, kereta api, dan sebagainya.

Dampak dari pemasangan iklan Tiket.com di bus Damri tersebut terlihat dari brand recall yang di rasakan konsumen. Ketika mendengar nama Tiket.com konsumen akan langsung teringat dengan iklan yang ada di bus Damri. Untuk mengetahui seberapa banyak konsumen yang merasakan brand recall, Tiket.com mulai memasang kode voucher promo di bus. Apabila ada konsumen yang menggunakan kode tersebut, Tiket.com akan mengetahui bahwa konsumen tersebut mengetahui Tiket.com dari iklan bus yang mereka pasang.

Zaman dulu marketer hanya fokus untuk mencari lokasi untuk mendapatkan konsumennya. Namun saat ini, dengan melihat sebuah trend Anda bisa menyasar konsumen dengan sangat efektif. Pada materi yang ditambilkan Gaery, ada sebuah case study dimana konsumen yang mengakses Tiket.com melalui desktop setara dengan konsumen yang mengakses melalui mobile apps. Dimana pada awalnya penggunaan desktop jauh lebih tinggi dibandingkan mobile apps untuk mengakses Tiket.com, sekarang justru terbalik karena konsumen lebih banyak mengakses Tiket.com melalui mobile apps. Hal ini menunjukan bahwa konsumen mulai mengubah cara mereka untuk mengakses dan mendapatkan keperluannya dengan cara yang lebih praktis dan mudah.

Oci Ambrosia (Brand Manager BukaLapak.com)

kamis-commerce-idea-seberapa-bagus-strategi-marketing-ecommerce-anda

BukaLapak mengandalkan content marketing berupa TV ads dan media sosial. Salah satu iklan yang paling booming adalah tampilnya CEO BukaLapak yang sedang mengenakan celana pendek. Mendapatkan sisi unik dan kreatif merupakan sebuah terobosan baru dalam menciptakan content marketing sehingga bagi Oci, “Being Weird is The New Creative”.

Content marketing harus valuable dan profitable. Dengan knowledge Anda bisa mendapatkan experience, sehingga content yang baik harus berdasarkan knowledge pula.

Oci membagikan 15 trik BukaLapak.com dalam menciptakan content marketing yang baik, yaitu sebagai berikut:

  1. Berpikir seperti jurnalis (tidak menggunakan kata-kata ynag panjang namun singkat tapi mengena)
  2. Call to action
  3. Libatkan target market
  4. Selalu sertakan gambar atau media lainnya
  5. Sebelum posting, cek lagi
  6. Post video Youtube untuk mendorong sharing
  7. Konten yang mudah dicerna dan valuable
  8. Hindari hyper targeting
  9. Adakan riset untuk memahami audience
  10. Buatlah kalender editorial tapi fleksibel dengan event
  11. Engage dengan member melalui ‘comment’ (menjawab dan mengarahkan pertanyaan dan komentar konsumen)
  12. Monitor, analisa, dan seleksi konten Anda
  13. Dukung kontent terbaik Anda
  14. Optimize
  15. Jangan hanya fokus dengan pekerjaan

Content marketing tidak sekedar bagaimana membuat dan mengirimkan konten, melainkan juga mengelola konsekuensi setelah konten tersebut dikonsumsi oleh masyarakat, entah itu respon yang positif maupun negatif. Oleh karena itu, BukaLapak memiliki tim customer service untuk menjawab komplain dari konsumen, serta tim promosi agar dapat sepenuhnya melayani konsumen. Sedangkan dalam memanfaatkan kekuatan visual, BukaLapak memilikit tim kreatif sendiri untuk membuat gambar, video, dan materi visual lainnya untuk memangkas budget.

Setelah mengetahui apa saja fokus untuk menghasilkan content marketing yang baik, ada beberapa hal yang harus Anda hindari untuk menjaga kualitas konten Anda.

Inilah 7 hal yang tidak boleh ada di content marketing:

  1. Envy (apa yang berhasil untuk suatu hal, belum tentu berhasil untuk semuanya)
  2. Gluttony (jangan over terhadap uang)
  3. Greed (ketamakan)
  4. Lust (melakukan sesuatu hanya untuk efek sementara)
  5. Pride (terlalu bangga dengan brand)
  6. Sloth (jangan malas karena content marketing harus fokus dan sesuai dengan campagin)
  7. Wrath (kemarahan)

Oci juga membagikan cara menerapkan content marketing yang efektif:

  1. Document content strategy (membuat planning jangka panjang). Dalam kasus BukaLapak, tahun 2016 ini mereka menargetkan 1 juta UKM untuk bergabung dengan BukaLapak dengan cara mengadakan campaign #pahlawanUKM.
  2. Konsisten dalam menghasilkan konten berkualitas
  3. Track ROI content marketing
  4. Map content to buyer journey
  5. Balance dalam menggunakan paid ads dan non-paid

Dengan kata lain, untuk menghasilkan content marketing yang efektif konten Anda harus menghibur (entertaining), konsisten (sustainable), memanfaatkan visual, dan berisi (informatif). Karena audience tidak semata-mata memilih produk, disadari atau tidak audience membutuhkan story dalam produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Baca Juga

Sebab-Sebab Mengapa Ecommerce / Toko Online Bangkrut

Meningkatkan Omzet Toko Online : 4 Cara Meningkatkan Strategi Customer Retention Ecommerce Anda

Struktur Email Untuk Me-Recover Cart Abandonment Dan Meningkatkan Penjualan Toko Online

1 thought on “Liputan Event IDEA Kamis Commerce Bertema “Seberapa Bagus Strategi Marketing Ecommerce Anda?””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *