Hal-Hal Yang Saya Pelajari dari One On One Consulting dengan Pemilik Bisnis UKM Toko Online

cara membuat toko online

 

buat toko online

Kemarin kami baru saja melakukan one on one mentoring bagi partisipan yang datang ke event buattokoonline.id yang disupport oleh Doku – penyedia pembayaran elektronik terdepan di Indonesia.

Pertemuan casual ini dilakukan di kantor Doku di Plaza Asia, di one on one mentoring ini kami mendengarkan masalah spesifik yang dihadapi peserta satu persatu. Bukan berarti kami expert banget (sama-sama masih belajar ini .. ), tetapi setidaknya apabila Anda baru pertama kali terjun di bisnis online saya bisa membantu Anda meningkatkan traffic dan omzet Anda.

Dalam obrolan santai ini saya mendengarkan masalah yang dihadapi oleh rekan-rekan pebisnis online, ada beberapa hal yang saya pelajari juga dari teman-teman dan saya rasa perlu saya share ke pembaca.

 

Bingung mau beli tools internet marketing atau tidak ?

Kadangkala kita melakukan subscribe ke banyak blog/produk dari rekan2 mastah digital marketing, lalu sering menerima email dengan judul “Tools ini bisa meledakkan traffic website Anda 10 kali lipat diskon 90% sampai besok”. Seringkali hal ini justru membuat kita tidak mengeksekusi core business kita dengan baik, justru duit habis untuk beli tools yang tidak sempat kita pakai.

Saran saya :

  1. Jika Anda pemilik toko online, coba cek apakah tools ini memberikan konversi ke sales bagi toko online ? tanyakan ke penjual casenya seperti apa yang memberikan conversion ke toko online. Atau jangan2 tools ini lebih bagus memperkuat awareness atau branding ketimbang sales conversion, atau lebih bagus untuk bisnis model lain di internet selain toko online (mis.jualan clickbank, CPA).
  2. Fokus dulu ke hal paling fundamental : Apakah SEO onpage Anda sudah benar ? (ingat halaman website Anda kalau toko online biasanya sangaaat banyak, setting SEOnya sudah benar semua ?) Apakah Anda sudah bisa mendatangkan targeted traffic – keyword yang mengandung buying intention – ke toko online Anda ? (dengan adwords dan SEO). Targeted visitor dengan buying intention keyword adalah hal pertama yang Anda lakukan sebelum mengarah ke branding/awareness (baca artikel tentang marketing toko online), karena visitor jenis ini bisa conversion ke sales dengan lebih cepat. Ada juga sih pendapat bahwa effort branding (awaress) dan conversion harus seimbang, tetapi saya rasa best practicesnya adalah conversion tetap diutamakan.
  3. Setelah yang nomor 2 sudah dijalankan, bangun konsistensi membuat konten yang bermanfaat untuk target market Anda. Konten ini dibuat dengan goal SEO (mentarget keyword lebih banyak) dan juga engagement to build awareness di social media.

 

Keyword untuk produk yang spesifik akan memiliki konversi lebih besar

Misalnya Anda beriklan di adwords dengan keyword toko baju online. Di mana Anda menjual pakaian yang sebenarnya juga banyak dijual di toko online lain.

Visitor website mengklik iklan Anda, lalu melihat-lihat baju, penasaran warna merah dan warna biru lebih bagus mana ya ? lalu penasaran model batik lengan pendek dengan lengan panjang kok lucu ya ? lalu visitor website balik ke Google mencoba melihat model di toko online lain.

(Asumsi dalam kasus di atas adalah awareness brand, uniqueness dan USP brand Anda dianggap ceteris paribus)

Case ke dua, Anda menjual gergaji merk X, daripada mengiklankan keyword “perkakas” Anda mengiklankan keyword “Gergaji merk X”.

Visitor website mengklik iklan Anda, lalu melihat gergaji merk X, yang namanya gergaji ya sudah begitu bentuk dan modelnya, apalagi landing page yang dituju visitor tepat menunjukkan brand “X”. Karena produk yang dihadapi visitor sama dengan intentionnya maka ia lengsung membeli produk tersebut sesuai kebutuhannya.

 

Menggali keyword lebih dalam

Beberapa toko online perlu menggali keyword yang lebih dalam.

Misalnya menjual Celana Chinno dan kadang kita hanya kepikiran mentarget keyword “jual celana chinno”.

Dalam beberapa kasus produk tertentu kita tidak melihat related keyword yang cukup di Google Keyword Planner.

Jika Anda tidak mendapatkan suggested keyword/related keyword yang cukup dari Google Keyword Planner disarankan Anda harus memperkirakan keyword apa yang kira-kira disearch orang di google, lalu Anda masukkan di seed keyword, lihat ada berapa pencarian di situ. Lalu Anda bisa menggunakan keyword tersebut untuk artikel di blog Anda.

Misalnya, celana chinno pria murah, celana chinno untuk cowok, chinno pants untuk cowok, jual celana chinno pria murah, celana chinno warna coklat, celana chinno warna biru dan lain sebagainya.

 

Duplicate content di Shopify

Beberapa hari terakhir saya banyak bertemu pengguna Shopify yang ternyata tidak aware dengan duplicate content, padahal hal ini mempengaruhi ranking website Anda.

Duplicate content adalah kondisi jika ada lebih dari 1 halaman memiliki kesamaan konten, maka Google akan menganggap konten tersebut duplicate, dengan risiko sulit teranking baik di Google, lebih parah lagi, kena penalti.

Berikut ini contoh dari duplicate content di toko online saya yang sering saya gunakan untuk testing, sebabnya adalah satu produk saya tempatkan ke lebih dari satu collections, yaitu frontpage dan jual baju pakaian dan kaos lucu.

http://customizer.id/products/baju-kaos-anak-kuliah-kepengen-kuliah-di-itb-tapi-nggak-kesampaian (this is the product detail page)

http://customizer.id/collections/jual-baju-pakaian-dan-kaos-lucu/products/baju-kaos-anak-kuliah-kepengen-kuliah-di-itb-tapi-nggak-kesampaian

http://customizer.id/collections/frontpage/products/baju-kaos-anak-kuliah-kepengen-kuliah-di-itb-tapi-nggak-kesampaian

Dengan kondisi di atas maka google akan bingung page mana yang akan diranking.

Solusinya Anda harus menempatkan code <link rel=”canonical” href=”{{URL yang diutamakan}}” /> di bagian head dari page yang tidak diutamakan untuk teranking di search engine.

Selengkapnya bisa dilihat di link help Shopify , namun demikian saya rasa hal ini belum bisa menjawab permasalahan duplicate content Shopify, karena dengan melakukan step di atas, akan diaplikasikan untuk semua collections. Kami masih mencari informasi lebih dalam tentang hal ini.

 

Pelajari banyak opsi targeting di Facebook

Ternyata cukup banyak pebisnis UKM menggunakan Facebook marketing tetapi belum melakukan Facebook targeting dengan benar, misalnya setting adsnya memiliki audience size di atas 4 juta padahal goal adsnya untuk conversion (umumnya disarankan audience size sekitar 50,000 s/d 100,00), menjual  venue wedding tetapi tidak tahu ada opsi targeting orang-orang yang sudah engage/tunangan, atau hanya menggunakan jenis ads page post engagement tanpa pernah mencoba click to website atau website conversion yang lebih berorientasi pada conversion.

 

Semoga informasi ini berguna untuk Anda. Sebulan dua kali bersama Doku kami memberikan workshop gratis untuk pemilik toko online. Silahkan pantau dengan mengisi data di website buattokoonline.id atau sering-sering mengecek Facebook kami di (Facebook.com/Startupbisnis atau Facebook.com/BuatTokoonline.id

Author: Rhein Mahatma

ya gitu deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *