8 Fitur Ad Targeting Yang Penting di Digital Marketing Saat Ini

digital and social media marketing

 

10 tahun yang lalu masih banyak orang mengiklan di majalah atau media cetak lain. Lalu kemudian banner ads muncul dan mengambil alih fungsi iklan cetak, tapi sekarang kita memiliki format iklan baru yang luar biasa dengan data dan pilihan penargetan iklan yang lebih banyak sehingga Anda dapat mentarget orang dengan sangat laser targeted (akurat) langsung kepada orang yang Anda ingin Anda tuju. Targeting saat ini juga bisa bersifat personal sehingga bisa memiliki conversion rate tinggi.

Berikut adalah 8 fitur penargetan iklan favorit yang sekarang ini sangat porwerful yang akan membantu Anda menemukan audiens terbaik Anda dan memfokuskan budget Anda hanya pada mereka.

1. Custom Audiences di Facebook

Jika Anda sudah memiliki list klien atau nomor handphone dan email para lead, atau volume traffic yang lumayan, Custom Audiences dapat membantu Anda untuk langsung berada di hadapan orang-orang itu dengan iklan jika mereka menggunakan Facebook.

facebook-custom-audience-ad-targeting

Upload daftar nomor telepon atau daftar email Anda di CSV atau format txt untuk mentarget kontak yang ada. Atau, Anda dapat menandai visitor situs Anda dan meretarget mereka di Facebook berdasarkan banyaknya parameter yang berbeda, seperti halaman situs Anda yang mana yang dikunjungi atau apa aktivitas mereka di situs tersebut. Fitur penargetan yang sangat mengagumkan ini memungkinkan Anda untuk tetap terhubung dengan hampir setiap leads, customer dan visitor situs Anda selama mereka berada di Facebook.

2. Tailored Audiences di Twitter

Tidak mau kalah, Twitter memiliki fitur sendiri yang sama dengan Facebook. Tailored Audiences Twitter juga memungkinkan Anda membuat audiens di luar email / daftar telepon Anda atau traffic situs Anda. Dalam beberapa hal, Facebook lebih efektif dalam pencocokan User ID untuk dimasukkan ke dalam list, sehingga Twitter mungkin tidak menjadi pilihan yang bagus kecuali jika Anda memiliki list atau traffic situs yang cukup besar.

digital marketing twitter social media

3. In-Market Audiences di Google Display

Trik untuk membuat seseorang melakukan konversi dengan penawaran yang tepat di hadapan mereka pada waktu yang tepat – ketika mereka siap untuk membeli.

In-Market Audiences pada Google Display memungkinkan Anda untuk menargetkan display campaign kepada orang yang sudah berada di funnel yang lebih bawah (bottom of the funnel) dan siap untuk melakukan pembelian.

in-market-audience-ad-targeting-option

Google menggunakan faktor-faktor seperti konten mana yang diakses di situs, kedekatan dan frekuensi kunjungan, klik pada iklan yang sama, dan bahkan konversi untuk menentukan apakah si pencari berada “di pasar” untuk produk dan jasa tertentu. Mereka kemudian menghubungkan display iklan yang spesifik kepada para user itu.

4. Custom Affinity Segments di Google Display

Affinity Audiences, diluncurkan oleh GDN tahun lalu, memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens yang telah ditetapkan yang mungkin akan menerima iklan Anda. Masalahnya adalah, audiens ini cukup luas dan Anda bisa berakhir dengan membuang-buang banyak uang pada klik dan tayangan yang tidak relevan.

Custom Affinity Segment mengambil langkah konsep lebih jauh dan memungkinkan Anda untuk menelusuri hal-hal yang spesifik dan menciptakan subset untuk setiap Affinity Audience Anda sendiri. Sebagai contoh: Karena menargetkan pecinta makanan akan sangat membantu, akan lebih berguna jika merek produk daging sapi secara khusus menargetkan orang-orang yang tertarik pada steak dan hamburger, sebagaimana ditentukan oleh keyword yang mereka gunakan dan situs yang mereka kunjungi.

custom-affinity-audiences-gdn

5. Purchasing Behavior yang Baru

Facebook dan Twitter yang masing-masing berpartner dengan para pemain yang memiliki kekuatan data seperti Acxiom, Epsilon dan Datalogix memungkinkan mereka untuk menawarkan pilihan penargetan iklan yang powerful berdasarkan apa yang baru dibeli oleh user di dunia nyata dan online.

facebook-ad-targeting-purchasing-behavior

Data dari program loyalty dan perusahaan kartu kredit cocok dengan user spesifik Facebook dan Twitter, yang masing-masing rata-rata memiliki sekitar 1.500 data points yang melekat pada profil mereka. Pengiklan kemudian dapat menargetkan segmen audiens dengan ribuan purchasing behavior yang berbeda. Fitur penargetan iklan ini sangat powerful, terutama ketika Anda menggunakan beberapa indikator yang ada untuk lebih memahami audiens yang lebih kecil. Fitur ini belum tersedia di Indonesia.

6. Life Events Targeting di Facebook

Di beberapa titik dalam hidup kita, kita hampir pasti (atau mungkin) untuk tertarik pada produk atau jasa tertentu: Pasangan baru menikah (newlywed) cenderung akan mencari tujuan bulan madu. Seorang wanita yang baru memiliki bayi cenderung menerima penawaran popok dan susu formula. 

ad-targeting-based-on-life-events

Targeting Life Event di Facebook menakjubkan karena Anda memasuki elemen yang sulit dipahami yang sering kita bicarakan. Mengapa Anda membuang-buang budget menargetkan wanita berumur antara 18 dan 45 untuk keyword “bayi”, ketika Anda benar-benar hanya ingin menargetkan seorang perempuan yang baru menjadi ibu ? Kemampuan penargetan iklan ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi budget yang terbuang sia-sia dan langsung berada di hadapan orang dengan kebutuhan yang sangat spesifik yang mungkin dapat Anda pecahkan.

7. Lookalike Targeting

Custom Audience memang sangat fantastis, tetapi bagaimana jika audiens Anda sangat kecil? Anda mungkin hanya akan bekerja mati-matian meningkatkan list email dan traffic situs Anda, atau mungkin Anda ingin expand untuk berdiri di hadapan lebih banyak orang seperti customer dan pengunjung situs Anda.

lookalike-audience-ad-targeting

Lookalike Audience pada dasarnya mencerminkan Custom Audience Anda. Facebook atau Twitter (mana yang Anda gunakan) akan melihat Custom Audience Anda dan melihat apa karakteristik yang mendefinisikannya, kemudian membuat Lookalike Audience dari user lain dengan ciri-ciri dan karakteristik yang sama. Ini seperti mengkloning prospek terbaik Anda.

8. Demographic Layering

Tentu saja, dengan masing-masing fitur penargetan iklan di atas, Anda ingin berhati-hati untuk tidak terlalu luas. Menjaga iklan Anda menargetkan secara sempit dan sangat spesifik membantu Anda menjaga engagement tetap tinggi dan menghindari impression, klik, dan budget yang sia-sia.

Demographic Layering adalah saus ajaib yang Anda lapiskan di atas setiap fitur di atas untuk membuat fitur itu berdampak super dan tepat. Selain menggunakan Custom Audience Anda, Anda dapat lebih berfokus pada demografi seperti lokasi, untuk membuat penawaran khusus untuk pelanggan di wilayah geografis yang berbeda. Anda dapat menyesuaikan pesan Anda untuk laki-laki atau perempuan, atau orang-orang di kelompok usia yang berbeda.

Bonus Metode Penargetan Iklan: Remarketing Lists for Search Ads (RLSA)

Remarketing Lists for Search Ads memungkinkan Anda menargetkan Google search ads untuk orang-orang yang baru-baru ini mengunjungi website Anda, lalu memungkinkan Anda menyesuaikan pesan iklan dan / atau penawaran sesuai dengan keyword dan budget Anda. Dengan menggunakan RLSA akan melipatgandakan click-through-rate (yang meningkatkan Quality Score), yang hasilnya memotong setengah CPC. Mereka juga mengkonversi kira-kira 2x lebih tinggi karena Anda yakin bahwa pencari sudah akrab dengan merek Anda. 

digital marketing and social media

Secara bersama-sama, fitur penargetan iklan yang baru ini akan membantu Anda untuk membuat pesan Anda disampaikan kepada audience yang paling tertarget: iklan yang relevan yang dirancang oleh orang-orang tertentu, yang dapat memunculkan reaksi emosional dan mendorong mereka untuk melakukan konversi.

1 thought on “8 Fitur Ad Targeting Yang Penting di Digital Marketing Saat Ini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *