7 Strategi Meningkatkan Conversion Rates Ecommerce / Toko Online

Jika saat ini Anda menjalankan aktivitas digital marketing dengan hasil yang lumayan, tapi belum memberi performa yang maksimal, mungkin ini saatnya Anda mengupgrade usaha conversion optimization.

Untuk mewujudkannya, Anda perlu melakukan tes untuk beberapa strategi CRO yang mungkin belum pernah Anda coba.

Baca Juga: Mau Menaikkan Omzet Bisnis Toko Online? Pelajari 17 Cara Meningkatkan Conversion Rate untuk E-Commerce Anda

Inilah 7 strategi yang dapat meningkatkan CRO Anda.

1. Memasang tripwire agar orang masuk dalam funnel Anda

Seorang konsultan marketing bisnis Perry Belcher mengatakan “Tidak pernah ada dalam sejarah hal yang lebih sulit daripada menjual sesuatu kepada seseorang untuk pertama kalinya. Tapi tidak ada hal yang lebih mudah daripada menjual sesuatu kepada seseorang untuk yang kedua kalinya.”

apa-itu-tripwire-marketing

Menurutnya salah satu hal terpenting dalam CRO adalah menggunakan tripwire. Tripwire menggunakan penawaran yang terjangkau untuk membuat orang mengunjungi website Anda. Orang akan membeli penawaran Anda dan berubah dari prospek menjadi pelanggan.

Artinya orang-orang tersebut menjadi leads untuk Anda. dan yang paling penting, mereka tidak lagi melihat Anda sebagai merek asing karena sudah pernah berhubungan secara bisnis dengan Anda.

Pikirkan bagaimana Anda bisa membuat tripwire untuk target market Anda, lalu tempatkan mereka di sekitar website sehingga Anda bisa mengubah orang asing menjadi pelanggan.

apa itu core offer

Intinya adalah membuat mereka terkena tripwire dan menghubungkan mereka ke funnel. Jika Anda mengetahui persentase orang yang akan convert dari funnel tersebut, dan menghasilkan profit, metode ini bisa menjadi bisnis model Anda.

2. Memasang email automation untuk orang yang masuk dalam funnel Anda

Marketing automation merupakan salah satu strategi digital marketing terbaik. Terutama ketika digunakan untuk email marketing.

contoh-email-automation-untuk-email-marketing

Ketika orang mencapai poin tertentu dalam sales funnel Anda, biarkan sistem informasi Anda menjangkau mereka. Atur sistem Anda agar orang yang prospek tersebut terus Anda hubungi secara teratur melalui email yang mencoba membawa mereka ke funnel yang lebih dalam.

Sampaikan pada tim development Anda mengenai cara untuk mendapatkan email mereka dan secara otomatis mengirimkan email agar ters terjangkau. Anda juga bisa melakukan proses ini dengan tool email marketing seperti MailChimp.

3. Gunakan animasi untuk meng-highligt call to action

Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat oleh marketer modern adalah tidak memastikan bahwa tombol call to action (CTA) mereka cukup menonjol di mata pelanggan.

Tentu saja, tombol ukuran besar dengan warna yang kontras akan menarik perhatian. Tapi kalau Anda ingin membuat mereka melihat tombol CTA Anda, kenapa tidak dibuat animasi saja?

Mungkin Anda pernah melihat CTA animasi pada website yang Anda kunjungi. Ini karena tombol CTA tersebut menarik perhatian Anda.

Salah satu animasi CTA yang terbaik adalah bergerak hanya untuk beberapa detik, karena akan menarik perhatian orang tapi tidak membuat mereka kesal atau rishi.

Coba pikirkan jenis animasi yang dapat membuat CTA Anda lebih menonjol. Beberapa contohnya bisa Anda lihat di : http://www.wdrfree.com/107/20-purecss-call-to-action-animated-buttons-for-inspiration

4. Mendeteksi lokasi user dan tampilkan landing page untuk area tertentu

Orang cenderung terkesan dengan landing pages yang seakan didesain untuk mereka. Inilah mengapa Anda harus memastikan bahwa setiap orang yang mengunjungi situs Anda tidak ditampilkan dengan landing page yang sama.

landing-page-yang-disesuaikan-dengan-area-pengguna

Salah satu solusinya adalah dengan menampilkan landing page yang sesuai dengan area mereka.

Untungnya Anda dapat dengan mudah mengetahui lokasi orang yang menunjungi situs Anda melalui Information Page. Setelah mendapat informasi ini, Anda tinggal menamiplkan landing page yang dikhususkan untuk area tersebut.

Misalnya, jika Anda memiliki situs ecommerce yang menjual celana jeans, Anda bisa menggunakan carousel yang menampilkan celana jeans best seller di area tertentu, disesuaikan dengan pengguna Anda.

5. Shopping cart (keranjang belanja) marketing

Apakah Anda berpikir usaha marketing Anda sudah selesai ketika pelanggan sudah melalui proses checkout? Jika ya, segera ubah pemikiran Anda.

Anda bisa menghasilkan penjualan lebih banyak melalui keranjang belanja.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan menawarkan cross-sells, upsells, penawaran dengan waktu terbatas dan penawaran dalam paket.

Strategi yang Anda pilih (Anda bisa gunakan lebih dari satu) bergantung pada siapa target market dan apa bisnis model perusahaan Anda. Hal yang terpenting adalah Anda harus mengecek kembali ketika orang-orang berada di proses checkout.

Ingat: akan lebih mudah menjual produk ke planggan yang sudah ada daripada menghasilkan pelanggan baru. Jika Anda tidak memiliki upsells dalam funnel, Anda melewatkan kesempatan untuk menghasilkan penjualan lebih banyak.

6. Membuat CTA dan tripwire sesuai dengan konten yang dilihat oleh pengunjung

Jika Anda menjalankan bisnis yang menawarkan berbagai portofolio atau produk atau servis, biasanya akan sangat menguntungkan jika Anda menampilkan CTA dan tripwire yang disesuaikan dengan konten yang sedang dilihat oleh pengunjung.

Contohnya, jika orang sedang berbelanjan di halaman alat pancing, Anda bisa menawarkan alat pancing dengan harga yang bersahabat. Gunakan CTA yang menarik perhatian (dan animasi) sehingga mereka tidak melewatkan penawaran ini.

Setelah Anda berhasil menarik mereka untuk menjadi pelanggan, Anda bisa mengirimkan email secara teratur mengenai alat pancing special yang Anda miliki.

7. Menjalankan analisis funnel dari awal hingga akhir

Bagaimana Anda mengetahui usaha marketing mana yang paling berhasil? Bagaimana Anda tahu strategi mana yang perlu diperbaiki atau diubah?

Anda tidak akan tahu, kecuali menggunakan analytics.

Untungnya Anda tidak perlu mengeluarkan biaya, karena ada Google Analytics.

Jika Anda tidak mengetahui cara untuk menentukan goal dan funnel pada Google Analytics, ini saatnya untuk membaca artikel mengenai panduan sederhana google analytics untuk ecommerce / toko online. Jika Anda juga ingin mengetahui performa marketing untuk setiap level sales funnel, tentukan goals di situs Anda.

Kemudian, periksa analytic dengan rutin untuk melihat strategi mana yang paling sesuai dengan bisnis Anda. Selanjutnya kembangkan kampanye dan hentikan strategi yang tidak memberikan hasil.

Namun selalu ingat bahwa funnel Anda dimulai dari sebuah klik, maka pastikanjuga  Anda selalu melihat laporan funnel.

Selalu lakukan tes

Web akan selalu  berubah. Maka dari itu selalu lakukan tes untuk strategi yang telah dijabarkan dan tingkatkan penjualan Anda.

Sumber: marketingland

Baca Juga

Panduan Cara Membuat Halaman Produk Toko Online yang Dapat Meningkatkan Converison dan Penjualan Online Anda

Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Meningkatkan Conversion pada Halaman Detail Produk Toko Online

Sebelum Memasang Iklan Berbayar, Pastikan Page Conversion Website Anda Terlebih Dulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *