6 Insight Penting Tentang Email Marketing dari Sensus Pelanggan Ometria Tahun 2016

consumer_census_2016-1.png

Apa salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh pelaku ecommerce saat ini? Mengetahui apa keinginan pelanggan. Atau, lebih spesifik lagi, apa yang mereka inginkan dari Anda.

Ometria, salah satu provider email marketing bertekad untuk memberikan Anda insight terbaik mengenai pelanggan dan pelanggan potensial Anda.

Inilah mengapa Ometria ditugaskan oleh perusahaan riset market, Populus untuk melakukan survei kepada lebih dari 2000 orang dewasa untu mengetahui apa yang mereka pikirkan tentang strategi online marketing Anda.

Dari kepusingan konsumen dengan email yang mereka terima dari brand hingga faktor yang membuat mereka meng-klik dan membeli dari sebuah marketing message, Ometria dikejutkan dengan beberapa statistik.

67% mengutip email sebagai channel favorit untuk dihubungi oleh brand
media favorit pelanggan - ometria

Dengan pengguna aktif Instagram sebesar 400 juta setiap bulannya, Anda bisa bertanya-tanya apakah media sosial menguasai ecommerce marketing. Tidak, tidak. Belum saatnya.

Berdasarkan riset Ometria, email masih memimpin, dengan 67% mengutip channel ini adalah cara yang lebih disukai untuk mendapatkan penawaran, produk baru dan berita lainnya dari perusahaan favorit mereka.

Seperti yang terlihat dalam grafik di atas, channel marketing favorit kedua adalah Facebook (12%); responden yang lebih muda lebih menyukai metode ini, dengan sekitar seperempat dari mereka berumur 18-24 tahun.

3 kekecewaan utama pelanggan dengan email

Meskipun email berperan (sangat) besar atas channel yang serupa, penelitian Ometria menunjukkan bahwa pelanggan lelah dengan mass-mail, dan semakin terganggu dengan email yang dikirimkan ke mereka.

Menariknya, penelitian mengungkapkan bahwa laki-laki lebih merasa frustasi ketika email tidak disesuaikan dengan jenis kelamin mereka daripada wanita (63% VS 54%). Hal pa lagi yang mengesalkan bagi pembeli online saat ini?

Inilah tiga frustasi terbesar yang dialami oleh pelanggan British dalam inbox email mereka.

3 kekecewaan utama pelanggan dengan email

Seperti semua gangguan yang baik, akan selalu ada banyak konflik. Download laporan lengkapnya untuk mendapat informasi lebih mendalam lagi.

46% akan mempertimbangkan tidak berbelanja lagi dengan brand yang terus mengirimkan pesan dengan produk yang tidak mereka sukai

Penelitian ini menyarankan bahwa brand yang terus mengirimkan email yang tidak sesuai dengan interest mereka akan beresiko kehilangan hampir setengah pelanggan mereka – hal yang menakutkan. Di sisi lain, jelas bahwa konten email yang dipersonalisasi direspon baik dengan konsumen – 56% dari responden mengutip ini sebagai faktor yang membuat mereka lebih mungkin untuk berbelanja.

Apalagi yang diinginkan oleh pelanggan Anda? 62% responden mengatakan mereka akan cenderung membeli ketika brand mengakui dan menghargai loyalitas mereka dengan tunjangan dan penawaran yang tidak diberikan ke semua orang – kasus yang tepat untuk mengunakan teknologi dalam mengenali pelanggan terbaik Anda, dan mengirim pesan marketing yang disesuaikan.

karakteristik konsumen - ometria

Hanya 7% yang berpikir brand favoritnya memahami mereka dengan “sangat baik”

Ometria sudah membuktikan bahwa konsumen meminta pengalaman yang lebih personal; bahwa brand yang membuat mereka merasa dimengerti dan dihargai akan memperoleh loyalitas pelanggan daripada brand yang tidak melakukannya.

Tapi apa status quo saat ini?

40% responden berpikir bahwa perusahaan favorit mereka tidak memahami tipe produk yang mereka suka (ketika perusahaan mengirimkan email berita dan penawaran), dan hanya 7% yang merasa bahwa perusahaan retail memahami kebutuhan mereka “sangat baik”.

62% tidak peduli dengan penyebutan nama…

Memanggil pelanggan Anda dengan namanya merupakan eksekusi yang bagus dan bisa membantu mengambil perhatikan pelanggan yang dituju, tapi penelitian Ometria membuktikan bahwa ini saatnya beralih dari ‘insert [FNAME]’.

Sementara 38% ingin pengecekan nama, sebesar 62% pelanggan British tidak keberatan.

Sebaliknya, konsumen British lebih terkesan dengan email dengan tingkat personalisasi yang lebih tinggi. Contohnya, pembeli 40% lebih mungkin untuk berbelanja ketika email yang dikirim ke mereka berisi rekomendasi produk atau servis berdasarkan pembelian sebelumnya.

…tapi 59% keberatan jika perusahaan mengirimkan email dengan produk yang tidak sesuai dengan selera mereka

Memahami hal yang disuka dan tidak oleh masing-masing pelanggan dan memahami produk apa yang membuat mereka melakukan pembelian bukan tindakan yang mudah – perlu menggabungkan data yang berbeda (riwayat transaksi mereka, aktivitas browsing mereka, interaksi marketing dll.)

Namun, survey Ometria menunjukkan bahwa mengetahui apa yang pelanggan Anda inginkan pada waktu tertentu sangat penting, dengan 59% orang mengatakan bahwa mereka frustasi dengan perusahaan yang mengirimkan email berisi produk dan penawaran yang tidak sesuai dengan selera mereka.

Terlebih lagi, responden yang lebih muda memiliki lebih sedikit toleransi untuk dikirimkan produk dan promo yang mereka tidak suka – nyatanya 70%.

Riset selengkapnya dapat ditemukan di ebook terbaru mereka, yang bisa Anda download di sini.

Sumber : Ometria

Baca Juga :

Cara Untuk Mengurangi Return Rate (Retur Barang) Toko Online

Manfaat email segmentation untuk meningkatkan engagement audience email marketing Anda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *